Sprei dan Selimut Jarang Diganti, Kesehatan Bisa Terganggu
- 10 Sep 2026 22:21 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Tempat tidur seharusnya menjadi tempat paling nyaman untuk beristirahat. Namun, tanpa disadari, sprei dan selimut yang terlalu lama tidak diganti dapat menyimpan keringat, minyak tubuh, serpihan kulit, debu, serta berbagai kotoran lainnya.
Setiap malam tubuh bersentuhan langsung dengan perlengkapan tidur tersebut. Karena itu, menjaga kebersihan sprei dan selimut bukan hanya soal membuat tempat tidur terlihat rapi, tetapi juga menjadi bagian dari menjaga kebersihan diri dan lingkungan rumah.
Salah satu yang perlu diperhatikan adalah tungau debu rumah. Organisme berukuran sangat kecil ini dapat hidup dan berkembang di lingkungan yang banyak mengandung serpihan kulit manusia, termasuk kasur dan perlengkapan tidur.
| Baca juga: Cara Menghemat Baterai Android |
WHO menjelaskan kasur dan tempat tidur dapat menjadi lingkungan yang mendukung keberadaan tungau debu, terutama ketika kondisi ruangan lembap. Alergen dari tungau dapat mengganggu orang yang sensitif dan berkaitan dengan keluhan seperti alergi serta gangguan pernapasan tertentu.
Lantas, seberapa sering sprei dan selimut harus dicuci? Tidak ada satu aturan yang cocok untuk semua orang karena frekuensinya dapat disesuaikan dengan kondisi dan penggunaan. Namun, mencuci perlengkapan tidur secara rutin merupakan langkah yang baik untuk mengurangi debu dan alergen.
WHO juga menyebutkan bahwa pencucian sprei dan selimut secara berkala dapat membantu mengurangi jumlah tungau. Jika seseorang memiliki alergi terhadap tungau, perhatian terhadap kebersihan tempat tidur menjadi semakin penting.
Selain sprei, selimut juga jangan dilupakan. Selimut yang jarang dicuci dapat menyimpan debu dan kotoran, terutama jika sering digunakan setiap malam. Setelah dicuci, pastikan sprei dan selimut benar-benar kering sebelum digunakan kembali.
Kamar tidur juga sebaiknya dijaga agar tidak terlalu lembap, karena kelembapan dapat mendukung keberadaan tungau debu. Kementerian Kesehatan RI sendiri menekankan pentingnya pengelolaan linen secara bersih dan pemisahan linen kotor dengan linen bersih dalam pedoman kesehatan lingkungan.
Jadi, jangan tunggu sampai sprei berubah warna atau selimut mengeluarkan bau tidak sedap baru dicuci. Jadikan mencuci dan mengganti perlengkapan tidur sebagai bagian dari rutinitas kebersihan rumah.
Bersihkan pula kasur, bantal, dan area sekitar tempat tidur secara teratur agar kamar tetap bersih dan nyaman. Tidur yang berkualitas bukan hanya ditentukan oleh empuknya kasur, tetapi juga oleh kebersihan tempat kita beristirahat setiap malam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....