Saat Validasi Menguasai Hati

  • 17 Agt 2026 19:34 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Setiap orang tentu ingin dihargai dan diterima oleh orang lain. Mendapat pujian, komentar positif, atau dukungan dari teman dapat membuat hati terasa senang.

Namun, masalah mulai muncul ketika penilaian orang lain menjadi ukuran utama untuk menentukan harga diri. Seseorang bisa merasa dirinya berharga ketika mendapat banyak like, komentar, atau pujian, tetapi langsung merasa tidak berarti ketika respons yang diharapkan tidak datang.

Kondisi seperti ini semakin mudah terjadi di tengah kehidupan yang dekat dengan media sosial. Penelitian menunjukkan penggunaan media sosial tertentu dapat berkaitan dengan perbandingan sosial dan pencarian validasi dari orang lain. Sebagaimana dikutip dari Problematic Social Media Use in Adolescents and Young Adults: Systematic Review and Meta-analysis.

Keinginan mendapatkan validasi sebenarnya bukan sesuatu yang selalu buruk. Manusia memang membutuhkan hubungan sosial dan rasa diterima. Yang perlu diperhatikan adalah ketika seseorang mulai mengubah dirinya hanya agar disukai orang lain.

Misalnya, seseorang mengunggah foto berulang kali hanya untuk mendapatkan pujian, merasa kecewa ketika jumlah like sedikit, atau mengikuti tren yang sebenarnya tidak disukai. Jika terus dilakukan, perhatian dari orang lain dapat berubah dari sekadar kebahagiaan menjadi kebutuhan yang sulit dikendalikan.

Media sosial juga membuat kebiasaan membandingkan diri menjadi semakin mudah. Kita dapat melihat keberhasilan, penampilan, pekerjaan, liburan, dan kehidupan orang lain hanya dalam beberapa menit. Padahal, apa yang ditampilkan di layar biasanya hanyalah bagian tertentu dari kehidupan seseorang.

Kajian sistematis menunjukkan perbandingan sosial di media sosial dapat berkaitan dengan masalah harga diri dan kesejahteraan psikologis pada sebagian orang. Karena itu, kehidupan orang lain yang terlihat sempurna di layar tidak seharusnya menjadi ukuran untuk menilai kehidupan kita sendiri.

Untuk keluar dari kebutuhan validasi yang berlebihan, seseorang dapat mulai belajar mengenali nilai dirinya sendiri. Tidak semua kegiatan harus dibagikan kepada orang lain dan tidak semua pencapaian membutuhkan pengakuan. Cobalah menikmati keberhasilan tanpa terburu-buru mencari komentar, mengurangi kebiasaan memeriksa respons unggahan, serta memberikan waktu untuk kegiatan yang benar-benar disukai.

Jika media sosial mulai mengganggu kehidupan sehari-hari atau menimbulkan tekanan yang berat, mencari bantuan dari orang yang dipercaya atau tenaga profesional dapat menjadi langkah yang baik. Penelitian juga menunjukkan penggunaan media sosial yang bermasalah berkaitan dengan kecemasan, stres, dan rendahnya kesejahteraan pada sebagian remaja dan dewasa muda. Pada akhirnya, kita tidak mungkin membuat semua orang menyukai dan memuji kita.

Ada kalanya usaha kita tidak mendapat perhatian, pendapat kita tidak disetujui, atau pencapaian kita tidak diketahui siapa pun. Namun, hal itu tidak mengurangi nilai diri kita. Kita tetap berharga meskipun tidak selalu mendapatkan tepuk tangan dari orang lain. Ketika hati mulai mampu menghargai diri sendiri, validasi dari luar tidak lagi menjadi kebutuhan utama, melainkan sekadar pelengkap dalam perjalanan hidup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....