Ketua Komisi V DPRD Riau Usulkan SMA dan SMK Ikut Diliburkan Selama Kabut Asap

  • 08 Sep 2026 12:26 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah di Riau mendorong DPRD Provinsi Riau meminta pemerintah memperluas kebijakan pembelajaran dari rumah bagi siswa. Jika sebelumnya kebijakan libur sekolah lebih banyak diterapkan untuk jenjang SD dan SMP, DPRD menilai siswa SMA dan SMK juga perlu mendapatkan perlindungan yang sama dari dampak buruk kabut asap.

Ketua Komisi V DPRD Provinsi Riau, Indra Gunawan Eet, mengatakan kondisi kabut asap saat ini sudah mengkhawatirkan sehingga perlu langkah cepat untuk melindungi kesehatan peserta didik. Menurutnya, seluruh sekolah tingkat SMA, SMK dan sederajat, baik negeri maupun swasta, sebaiknya diliburkan sementara hingga kondisi udara membaik.

"Atas nama DPRD Provinsi Riau, khususnya Komisi V yang membidangi pendidikan, kami menginginkan agar seluruh kepala sekolah SMA, SMK dan sederajat meliburkan kegiatan belajar tatap muka. Sekolah berasrama maupun nonasrama juga sebaiknya memulangkan siswa untuk sementara waktu," ujar Eet pada Senin 7 September 2026.

Ia menilai kebijakan tersebut perlu diselaraskan dengan langkah yang telah dilakukan Pemerintah Kota Pekanbaru yang lebih dulu meliburkan siswa SD dan SMP akibat memburuknya kualitas udara. Dengan demikian, seluruh jenjang pendidikan dapat memperoleh perlindungan yang sama dari dampak paparan asap.

"Kami berharap ada sinergi antara pemerintah daerah dan pihak sekolah. Jika SD dan SMP sudah diliburkan, maka SMA dan SMK juga sebaiknya mengikuti kebijakan yang sama demi menjaga kesehatan para pelajar," katanya.

Sementara itu, warga Pekanbaru, Irwan, mendukung rencana peliburan sekolah selama kabut asap masih terjadi. Menurutnya, anak-anak sekolah, terutama yang masih berusia muda, sangat rentan terhadap gangguan kesehatan akibat menghirup udara yang tercemar asap.

"Kalau untuk anak-anak sekolah, terutama yang masih kecil, tentu lebih sulit menahan dampak dari bau dan asap yang ada. Jadi menurut saya tidak masalah jika sekolah diliburkan sementara sampai kondisi membaik," ujarnya.

Irwan menambahkan, proses belajar mengajar tetap dapat dilakukan melalui sistem daring sehingga siswa tidak kehilangan kesempatan belajar meskipun tidak datang ke sekolah.

"Sekarang sudah ada pembelajaran secara online atau melalui Zoom. Jadi meskipun diliburkan, anak-anak tetap bisa mengikuti pelajaran dari rumah," tambahnya.

DPRD Riau berharap pemerintah daerah dan pihak sekolah dapat segera mengambil langkah yang tepat sesuai perkembangan kondisi kualitas udara. Kebijakan pembelajaran dari rumah dinilai menjadi salah satu cara untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan pada pelajar selama kabut asap masih terjadi di sejumlah wilayah Riau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....