Perbedaan Healing dan Me Time
- 27 Agt 2026 20:00 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Belakangan ini istilah healing dan me time semakin sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Pergi berlibur, menikmati makanan favorit, menonton film sendirian, pergi ke salon, atau sekadar beristirahat di rumah sering disebut sebagai bentuk healing maupun me time.
Tidak jarang kedua istilah tersebut dianggap memiliki arti yang sama. Padahal, meskipun saling berkaitan, healing dan me time sebenarnya memiliki makna yang berbeda.
Keduanya sama-sama dapat menjadi cara untuk memberikan ruang bagi diri sendiri, tetapi tujuan dan konteksnya tidak selalu sama. Lantas, apa sebenarnya perbedaan healing dan me time?
Secara sederhana, me time adalah waktu yang sengaja diberikan kepada diri sendiri untuk melakukan sesuatu yang disukai atau sekadar beristirahat dari aktivitas dan interaksi dengan orang lain.
Me time tidak harus selalu dilakukan ketika sedang menghadapi masalah besar. Bahkan, seseorang yang merasa baik-baik saja pun tetap membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri.
Contohnya bisa sangat sederhana. Membaca buku sambil minum kopi, menonton film favorit, mendengarkan musik menggunakan earphone, berjalan-jalan sendirian, melakukan hobi, memasak, bermain dengan hewan peliharaan, atau sekadar berbaring tanpa melakukan banyak hal juga dapat menjadi me time.
Intinya adalah memberikan kesempatan kepada diri sendiri untuk berhenti sejenak dari rutinitas.
Dikutip dari laman Alodokter.com, berbeda dengan me time, istilah healing sering digunakan untuk menggambarkan proses memulihkan diri setelah mengalami kelelahan, tekanan, kekecewaan, atau pengalaman yang tidak menyenangkan.
Dalam percakapan sehari-hari, healing memang sering digunakan secara luas. Seseorang mungkin mengatakan sedang "healing" ketika pergi liburan setelah menjalani pekerjaan yang melelahkan atau menghabiskan waktu di tempat yang membuatnya merasa nyaman.
Namun, penting dipahami bahwa pemulihan dari pengalaman emosional yang berat tidak selalu selesai hanya dengan liburan atau melakukan aktivitas menyenangkan.
Healing lebih tepat dipahami sebagai proses untuk menghadapi, memahami, dan memulihkan diri dari sesuatu yang membuat kita merasa tidak baik secara emosional maupun psikologis. Jadi, healing bukan sekadar pergi ke tempat baru atau membeli sesuatu yang kita inginkan.
Perbedaan Utamanya Ada pada Tujuan. Jika disederhanakan, me time lebih berfokus pada memberikan waktu untuk diri sendiri, sedangkan healing lebih berkaitan dengan proses pemulihan diri. Misalnya, seseorang memilih menghabiskan Minggu pagi sendirian dengan membaca buku karena ingin menikmati waktu tenang. Itu merupakan me time.
Sementara itu, seseorang yang sedang mengalami tekanan emosional kemudian mengambil waktu untuk beristirahat, berbicara dengan orang yang dipercaya, melakukan aktivitas yang membuatnya merasa lebih baik, dan perlahan memahami apa yang sedang dirasakan, dapat dikatakan sedang menjalani proses pemulihan atau healing.
Dengan demikian, seseorang bisa melakukan me time tanpa sedang membutuhkan healing. Sebaliknya, me time juga dapat menjadi salah satu bagian dari proses healing.
Healing Tidak Selalu Berarti Pergi Liburan. Salah satu kesalahpahaman yang cukup umum adalah menganggap healing harus dilakukan dengan bepergian.
Media sosial membuat aktivitas seperti pergi ke pantai, staycation, menikmati pemandangan alam, atau mengunjungi tempat baru sering dikaitkan dengan healing. Padahal, healing tidak selalu membutuhkan perjalanan jauh.
Bagi sebagian orang, berada di rumah dalam suasana tenang justru dapat memberikan kesempatan untuk beristirahat dan menata kembali pikiran. Bagi orang lain, berbicara dengan teman yang dipercaya mungkin jauh lebih membantu daripada pergi berlibur.
Ada pula situasi ketika seseorang membutuhkan bantuan profesional untuk menghadapi persoalan emosional yang lebih serius. Artinya, bentuk healing setiap orang bisa berbeda.
Me Time Tidak Harus Selalu Sendirian. Kata "me time" memang identik dengan aktivitas seorang diri. Namun, tujuan utamanya bukan semata-mata menghindari orang lain.
Me time lebih berkaitan dengan memberikan ruang untuk melakukan sesuatu yang benar-benar kita butuhkan atau sukai. Misalnya, seseorang merasa lebih rileks setelah menghabiskan waktu bersama sahabat dekat. Bagi orang tersebut, aktivitas itu tetap dapat menjadi bentuk waktu berkualitas untuk dirinya sendiri.
Sebaliknya, ada orang yang justru membutuhkan suasana tenang tanpa banyak interaksi. Karena itu, me time tidak memiliki aturan bahwa seseorang harus selalu sendirian.
Kehidupan sehari-hari sering dipenuhi berbagai tuntutan. Pekerjaan, keluarga, pertemanan, pasangan, hingga aktivitas di media sosial dapat membuat kita terus terhubung dengan lingkungan sekitar.
Dalam kondisi seperti ini, memberikan waktu kepada diri sendiri dapat menjadi kesempatan untuk berhenti sejenak. Me time dapat membantu seseorang melakukan aktivitas yang menyenangkan, beristirahat, menyalurkan hobi, atau sekadar menikmati suasana tanpa tuntutan dari orang lain.
Tidak harus lama. Bahkan beberapa puluh menit untuk menikmati kopi, berjalan santai, atau membaca buku dapat terasa berarti jika dilakukan dengan sadar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....