Kuliner Viral di Indonesia, ketika Tradisi dan Tren Media Sosial Berpadu
- 21 Agt 2026 12:23 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Fenomena kuliner viral semakin mudah ditemukan di Indonesia. Hampir setiap waktu muncul makanan atau minuman yang tiba-tiba ramai diperbincangkan di media sosial, kemudian diburu masyarakat hingga antre panjang.
Mulai dari makanan tradisional yang kembali populer hingga kreasi kuliner kekinian, daya tariknya sering kali bukan hanya terletak pada rasa, tetapi juga pada cerita, tampilan, dan popularitasnya di dunia maya. Salah satu alasan kuliner mudah viral adalah kuatnya pengaruh media sosial. Video singkat yang menampilkan makanan dengan tampilan menarik, proses pembuatan yang unik, atau reaksi seseorang saat mencicipinya dapat membuat rasa penasaran muncul dalam hitungan jam.
"Media sosial membuat pengalaman makan menjadi sesuatu yang ingin dibagikan. Ketika sebuah makanan terlihat unik atau berbeda, orang terdorong untuk mencoba dan kemudian ikut membuat konten," demikian gambaran yang kerap terlihat dalam fenomena tren kuliner digital.
Namun, viral tidak selalu berarti makanan tersebut cocok dengan selera semua orang. Setiap daerah di Indonesia memiliki karakter rasa yang berbeda, mulai dari pedas, gurih, manis, asam hingga penggunaan rempah yang kuat.
Makanan tradisional tertentu bahkan memiliki cita rasa yang sangat khas karena dibuat berdasarkan kebiasaan masyarakat setempat. Karena itu, makanan yang dianggap lezat oleh sebagian orang belum tentu memberikan pengalaman rasa yang sama bagi orang lain.
Di sisi lain, faktor tradisi justru menjadi salah satu kekuatan yang membuat kuliner Indonesia menarik untuk diburu. Banyak makanan diwariskan dari generasi ke generasi dan memiliki hubungan erat dengan budaya masyarakat.
"Kuliner bukan sekadar soal rasa, tetapi juga bagian dari identitas dan tradisi. Ketika makanan tradisional kembali dikenal melalui media sosial, masyarakat mendapatkan kesempatan untuk mengenal cerita di balik makanan tersebut," ungkap pemerhati kuliner dalam melihat fenomena tersebut.
Antusiasme masyarakat memburu kuliner viral juga tidak terlepas dari rasa penasaran dan pengaruh lingkungan. Ketika teman, influencer, atau tokoh terkenal mengunggah makanan tertentu, muncul dorongan untuk ikut merasakan pengalaman yang sama. Tak jarang seseorang rela menempuh jarak jauh atau mengantre berjam-jam hanya untuk memastikan apakah makanan yang sedang viral itu memang selezat yang dibicarakan.
Pada akhirnya, tren kuliner viral menunjukkan bahwa selera masyarakat terus berkembang dan media sosial memiliki peran besar dalam membentuknya. Meski begitu, popularitas sebaiknya tidak menjadi satu-satunya ukuran dalam menikmati makanan.
Kuliner tetap memiliki unsur subjektif karena setiap orang mempunyai selera berbeda. Yang terpenting, di balik fenomena makanan viral, masyarakat juga dapat menemukan kembali kekayaan tradisi kuliner Indonesia yang mungkin selama ini belum banyak dikenal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....