Alasan Kota Modern Butuh Lebih Banyak Ruang Hijau
- 27 Jul 2026 00:22 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Perkembangan kota modern yang ditandai dengan meningkatnya jumlah gedung, jalan raya, dan kawasan permukiman telah membawa banyak kemudahan bagi kehidupan masyarakat. Namun, di balik pesatnya pembangunan tersebut, ruang hijau semakin berkurang.
Padahal, ruang hijau seperti taman kota, hutan kota, dan jalur hijau memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan ruang hijau perlu menjadi perhatian utama dalam perencanaan kota modern.
Ruang hijau berfungsi sebagai paru-paru kota yang membantu menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida. Pepohonan juga mampu menyaring polusi udara, sehingga kualitas udara di kawasan perkotaan menjadi lebih baik.
Menurut World Health Organization (WHO), paparan polusi udara menjadi salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit pernapasan dan kardiovaskular. Kehadiran ruang hijau dapat membantu mengurangi dampak buruk polusi tersebut sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat (WHO, 2021).
Selain meningkatkan kualitas udara, ruang hijau juga berperan dalam menurunkan suhu di kawasan perkotaan. Fenomena urban heat island atau pulau panas perkotaan sering terjadi akibat dominasi bangunan beton dan aspal yang menyerap panas matahari.
Pohon dan vegetasi mampu memberikan keteduhan serta membantu proses pendinginan alami melalui penguapan air. Dengan demikian, suhu lingkungan menjadi lebih nyaman dan kebutuhan penggunaan pendingin ruangan dapat berkurang.
Keberadaan ruang hijau juga memberikan manfaat bagi kesehatan mental dan kesejahteraan masyarakat. Taman kota dapat menjadi tempat untuk berolahraga, berjalan santai, berkumpul bersama keluarga, maupun sekadar menikmati suasana alam. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet Planetary Health menunjukkan akses terhadap ruang hijau berkaitan dengan tingkat stres yang lebih rendah, kesehatan mental yang lebih baik, serta meningkatnya kualitas hidup masyarakat perkotaan (The Lancet Planetary Health, 2021).
Dari sisi lingkungan, ruang hijau memiliki kemampuan menyerap air hujan sehingga dapat mengurangi risiko banjir. Akar tanaman membantu meningkatkan daya serap tanah dan mengurangi limpasan air ke saluran drainase. Selain itu, ruang hijau juga menjadi habitat bagi berbagai jenis burung, serangga, dan satwa kecil yang berkontribusi terhadap keanekaragaman hayati di tengah kawasan perkotaan. Hal ini menunjukkan bahwa ruang hijau tidak hanya bermanfaat bagi manusia, tetapi juga bagi ekosistem secara keseluruhan.
Pembangunan gedung tinggi memang penting untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal dan aktivitas ekonomi, tetapi keseimbangannya harus tetap dijaga. Kota yang hanya dipenuhi bangunan tanpa ruang hijau berpotensi menghadapi berbagai masalah, seperti peningkatan polusi, suhu yang semakin panas, hingga menurunnya kualitas hidup penduduk. Oleh karena itu, pemerintah, pengembang, dan masyarakat perlu bekerja sama untuk menyediakan lebih banyak taman kota, jalur hijau, serta ruang terbuka yang mudah diakses oleh semua kalangan.
Pada akhirnya, ruang hijau merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan kota modern. Kehadirannya tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat bagi kesehatan, lingkungan, dan kehidupan sosial masyarakat. Dengan memperbanyak ruang hijau, kota dapat menjadi tempat yang lebih nyaman, sehat, dan layak huni bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang. Membangun kota modern bukan hanya tentang mendirikan gedung yang menjulang tinggi, melainkan juga menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....