Satgaswil Riau Bekali 450 Siswa SMAN 14 Pekanbaru Tangkal IRET
- 09 Jul 2026 14:58 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru – Unit Cegah Satgaswil Riau Densus 88 AT Polri terus memperkuat upaya pencegahan penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) di kalangan pelajar. Melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Satgaswil Riau memberikan edukasi kepada sekitar 450 siswa baru di SMAN 14 Pekanbaru, yang juga diikuti tujuh orang guru.
Mengusung tema "Sekolah Damai Tanpa Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET)", kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kebangsaan, toleransi, serta meningkatkan kewaspadaan siswa terhadap berbagai bentuk penyebaran paham IRET yang kini semakin berkembang melalui ruang digital.
Dalam pemaparannya, narasumber dari Unit Cegah Satgaswil Riau menjelaskan bahwa kelompok penyebar paham IRET memanfaatkan berbagai platform yang akrab dengan kehidupan remaja, seperti media sosial, game online, hingga berbagai konten digital. Karena itu, pelajar diharapkan memiliki kemampuan literasi digital yang baik agar tidak mudah terpengaruh informasi yang mengandung ujaran kebencian, provokasi, maupun ajakan yang mengarah pada tindakan kekerasan.
"Pencegahan penyebaran paham IRET harus dimulai sejak dini. Sekolah menjadi salah satu tempat paling strategis untuk menanamkan nilai toleransi, semangat kebangsaan, dan kemampuan berpikir kritis agar para pelajar tidak mudah terpengaruh oleh narasi-narasi yang menyesatkan, terutama yang beredar di ruang digital," ujar narasumber Unit Cegah Satgaswil Riau, Kamis 9 Juli 2026.
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab. Beragam pertanyaan disampaikan terkait cara mengenali ciri-ciri penyebaran paham IRET serta langkah yang harus dilakukan apabila menemukan konten atau ajakan yang mencurigakan di media digital.
Satgaswil Riau menilai lingkungan pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda yang cinta damai, menghargai perbedaan, dan memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai Pancasila serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar mampu menjadi agen perdamaian di lingkungan sekolah sekaligus memiliki kemampuan melakukan deteksi dini terhadap potensi penyebaran paham IRET.
"Kami mengajak seluruh pelajar untuk menjadi generasi yang bijak bermedia sosial, berani menyaring informasi sebelum membagikannya, serta menjadi pelopor dalam menjaga lingkungan sekolah tetap aman, damai, dan bebas dari penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....