Hari Pustakawan Indonesia 2026, Mengapa Perannya Kini Makin Penting?

  • 04 Jul 2026 17:15 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Di tengah derasnya arus informasi digital, siapa yang memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar, terpercaya, dan bermanfaat? Jawabannya ada pada sosok pustakawan.

Karena itu, setiap 7 Juli diperingati sebagai Hari Pustakawan Indonesia, sebuah momentum untuk mengapresiasi peran mereka dalam membangun budaya literasi sekaligus menciptakan masyarakat yang cerdas dan kritis. Tahun ini, peringatan Hari Pustakawan Indonesia mengusung tema "Pustakawan Terlibat, Bersinergi, dan Berdampak."

Di era digital, peran pustakawan tidak lagi terbatas menjaga koleksi buku di rak perpustakaan. Mereka kini menjadi mitra belajar, pendamping literasi informasi, hingga penggerak transformasi perpustakaan agar semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan laman resmi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Tema "Pustakawan Terlibat, Bersinergi, dan Berdampak" menegaskan pentingnya kolaborasi pustakawan dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, komunitas, hingga masyarakat luas. Tujuannya adalah memperkuat budaya membaca, meningkatkan literasi informasi, serta menghadirkan perpustakaan sebagai ruang belajar yang inklusif dan adaptif.

Peringatan Hari Pustakawan Indonesia juga menjadi pengingat bahwa profesi pustakawan memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia. Tidak hanya membantu masyarakat menemukan informasi, pustakawan juga membimbing masyarakat untuk mampu memilah informasi yang valid di tengah maraknya hoaks dan disinformasi di ruang digital.

Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dalam berbagai kesempatan menekankan bahwa perpustakaan saat ini telah bertransformasi menjadi pusat pembelajaran sepanjang hayat. Konsep tersebut sejalan dengan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, yang mendorong perpustakaan menjadi ruang pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan keterampilan, literasi digital, hingga pengembangan ekonomi kreatif.

Bagi pustakawan, perkembangan teknologi juga menjadi peluang untuk menghadirkan layanan yang lebih inovatif. Koleksi digital, perpustakaan elektronik, katalog daring, hingga layanan referensi virtual kini menjadi bagian dari transformasi layanan perpustakaan yang semakin mudah diakses masyarakat kapan saja dan di mana saja.

Di Indonesia, Hari Pustakawan diperingati setiap 7 Juli, bertepatan dengan hari lahir Ikatan Pustakawan Indonesia pada 7 Juli 1973. Organisasi profesi tersebut menjadi wadah bagi pustakawan di seluruh Indonesia dalam meningkatkan kompetensi, profesionalisme, serta kontribusi terhadap pembangunan literasi nasional.

Momentum ini sekaligus mengajak masyarakat untuk kembali memanfaatkan perpustakaan sebagai ruang belajar, berdiskusi, berinovasi, dan memperluas wawasan. Sebab, perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan pusat pengetahuan yang terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman.

Hari Pustakawan Indonesia juga menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kualitas literasi masyarakatnya. Di balik setiap generasi yang gemar membaca dan berpikir kritis, terdapat dedikasi para pustakawan yang terus bekerja, berkolaborasi, dan memberi dampak nyata bagi masa depan Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....