Fakta Unik Trenggiling, Hewan yang Bisa Menggulung Dirinya Seperti Bola
- 25 Jun 2026 20:32 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Salah satu hewan unik di dunia yang termasuk kelompok mamalia namun seluruh tubuhnya tertutup sisik adalah Trenggiling. Keunikan ini membuat trenggiling mudah dikenali sekaligus menjadi salah satu satwa yang menarik perhatian para peneliti.
Dikutip dari laman bornfree.org.uk nama "trenggiling" atau "pangolin" berasal dari kata Melayu pengguling, yang berarti hewan yang menggulung diri. Saat merasa terancam, trenggiling akan menggulung tubuhnya menjadi bola rapat untuk melindungi bagian tubuh yang rentan. Strategi pertahanan ini bahkan mampu menyulitkan predator besar seperti singa dan harimau.
Selain penampilannya yang unik, trenggiling juga memiliki kebiasaan makan yang menarik. Hewan ini mengandalkan semut dan rayap sebagai sumber makanan utama.
Dengan bantuan cakar yang kuat, trenggiling membongkar sarang serangga sebelum menggunakan lidahnya yang panjang dan lengket untuk menangkap mangsa. Panjang lidah trenggiling dapat mencapai sekitar 70 sentimeter dan pada beberapa spesies bahkan lebih panjang dari tubuhnya sendiri.
Trenggiling juga tidak memiliki gigi untuk mengunyah makanan. Sebagai gantinya, mereka memiliki perut berotot yang dibantu batu-batu kecil untuk menghancurkan makanan yang ditelan. Mekanisme ini mirip dengan sistem pencernaan yang dimiliki beberapa jenis burung.
Saat ini terdapat delapan spesies trenggiling yang hidup di Asia dan Afrika. Empat spesies ditemukan di Afrika, sementara empat lainnya hidup di kawasan Asia, termasuk trenggiling Sunda (Manis javanica) yang dapat ditemukan di Indonesia. Pada tahun 2025, para peneliti juga mengidentifikasi spesies baru yang diberi nama trenggiling Indo-Burma (Manis indoburmanica).
Di balik berbagai keunikannya, trenggiling menghadapi ancaman serius. Satwa ini dikenal sebagai mamalia yang paling banyak diperdagangkan secara ilegal di dunia.
Sisiknya sering diburu untuk kebutuhan pengobatan tradisional di sejumlah negara, sementara dagingnya dianggap sebagai makanan mewah. Perburuan liar dan hilangnya habitat menyebabkan populasi trenggiling terus mengalami penurunan.
Beberapa spesies seperti trenggiling Cina dan trenggiling Sunda kini berstatus sangat terancam punah. Kondisi tersebut menjadi perhatian berbagai organisasi konservasi yang terus mendorong upaya perlindungan satwa ini di habitat alaminya.
Meski sering disebut sebagai "pemakan semut bersisik", trenggiling ternyata tidak memiliki hubungan kekerabatan dekat dengan hewan pemakan semut maupun armadillo. Secara evolusi, trenggiling justru lebih dekat dengan kelompok mamalia seperti kucing, anjing, dan beruang. Fakta ini semakin menegaskan bahwa trenggiling merupakan salah satu satwa paling unik yang dimiliki dunia dan perlu dijaga keberlangsungannya untuk generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....