Tiga Pelajar Siak Terpilih Jadi Duta Cegah IRET, Siap Perangi Radikalisme
- 02 Jun 2026 10:51 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kepolisian Resor (Polres) Siak melalui Satuan Intelkam bekerja sama dengan Satgaswil Riau Densus 88 Anti Teror (AT) Polri sukses menggelar pemberian hadiah dan penghargaan kepada para pemenang Duta Cegah IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme) Se-Kabupaten Siak pada Senin 2 Juni 2026.
Kegiatan yang merupakan bagian dari program sosialisasi berskala besar ini berhasil menjaring tiga kader terbaik perwakilan sekolah di Kabupaten Siak sebagai pemenang utama. Juara 1 diraih oleh Shaina Syaftari Putri dari SMAN 1 Sabak Auh, disusul Juara 2 oleh Syafiqa Anastasya Ryzykyka dari SMPN 1 Siak, dan Juara 3 diraih oleh Neni Sahira dari MAN Insan Cendekia Siak.
Pemberian penghargaan ini merupakan puncak dari inisiasi bersama MA Al Azis Kota Siak melalui lomba pembuatan konten video tentang pencegahan IRET. Dalam kompetisi ini, para peserta dari berbagai sekolah mengirimkan produk konten kreativitas digital mereka sebagai sarana kampanye perdamaian.
Kolaborasi intensif antara Satgaswil Riau Densus 88 AT dan Polres Siak ini diwujudkan melalui program sosialisasi bertajuk "Ratakan Siak" yang berlangsung sepanjang April hingga Mei 2026. Program ini menargetkan penguatan ideologi pancasila dan bahaya radikalisme di lingkungan pendidikan SMA dan SMP se-Kabupaten Siak.
Tercatat pergerakan sosialisasi ini menjangkau 30 SMA dengan total 11.478 pelajar, serta 12 SMP di wilayah Siak. Tidak hanya berfokus pada siswa, program "Ratakan Siak" juga membekali 570 guru dan 285 staf administrasi sekolah untuk memperkuat benteng deteksi dini di lingkungan sekolah.
Sebagai garda terdepan di kalangan generasi muda, ketiga pemenang Duta Cegah IRET menyampaikan pesan mendalam mengenai peran penting pelajar dalam menjaga kedamaian nasional.
Shaina Syaftari Putri (Juara 1 - SMAN 1 Sabak Auh) mengungkapkan rasa bangga sekaligus tantangan yang dihadapi generasi z hari ini.
"Kesan saya yaitu menyadari betapa pentingnya peran generasi muda dalam menjaga perdamaian nasional. Saya merasa tertantang menghadapi maraknya arus informasi negatif di media sosial. Pesan saya, sharing sebelum sharing (saring sebelum sebar). Jangan mudah terprovokasi oleh berita hoax dan ujaran kebencian," ujar Shaina.
Ia juga mengajak rekan sejawatnya untuk menjadi jembatan dialog dan agen toleransi. "Harapan saya, Duta IRET mampu menginspirasi generasi muda dalam gerakan perdamaian yang berkelanjutan, serta mewujudkan lingkungan sekolah dan masyarakat yang harmonis, saling menghormati, dan saling menghargai," tambahnya.
Sementara itu, Syafiqa Anastasya Ryzykyka (Juara 2 - SMPN 1 Siak) menyoroti bagaimana kecanggihan teknologi gawai (ponsel) bisa dioptimalkan untuk gerakan preventif.
"Duta IRET membuat saya membuka mata bahwa pencegahan ini bisa saja dilakukan melalui ponsel. Mari kita membuat program dengan film dan video edukasi serta kegiatan-kegiatan positif. Perbedaan itu wajar, benci itu adalah pilihan. Jauhi hoax dan mari jadikan Indonesia sebagai negara emas yang semakin maju ke depan," kata Syafiqa optimis.
Harapan senada disampaikan oleh Neni Sahira (Juara 3 - MAN Insan Cendekia Siak). Ia berharap kolaborasi pencegahan ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan harus melibatkan seluruh ekosistem sekolah.
"Semoga program pencegahan IRET di sekolah dapat terus ditingkatkan dan melibatkan seluruh pihak, baik siswa, guru, maupun orang tua. Saya berharap Duta Cegah IRET ini dapat menjadi wadah yang luas bagi saya untuk bisa mengedukasi masyarakat, terutama generasi muda, untuk lebih peduli terhadap isu-isu krusial ini," pungkas Neni.
Melalui pengukuhan para Duta Cegah IRET ini, Polres Siak dan Densus 88 AT Polri berharap pemikiran toleran dan semangat nasionalisme dapat terus berakar kuat di bumi Siak Sri Indrapura demi menangkal paham radikal sejak dini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....