Peran Perempuan di Era Digital: Melanjutkan Semangat Kartini
- 20 Apr 2026 17:42 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Sosok Raden Ajeng Kartini tidak pernah lekang oleh waktu. Jika dahulu ia berjuang melalui surat-surat untuk menuntut hak pendidikan, kini semangat itu bertransformasi ke dalam ruang digital. Perempuan Indonesia masa kini tidak lagi hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi telah mengambil peran strategis sebagai penggerak ekonomi, inovator, dan pemimpin di dunia siber yang tanpa batas.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan keterlibatan perempuan dalam ekonomi digital terus meningkat signifikan. Melalui platform e-commerce dan media sosial, perempuan pelaku UMKM menjadi tulang punggung ketahanan ekonomi keluarga. Digitalisasi memberikan kesempatan bagi perempuan untuk mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan peran domestik, sebuah bentuk emansipasi modern yang nyata dan inklusif.
Namun, perjuangan ini bukan tanpa tantangan. Menurut laporan International Telecommunication Union (ITU), kesenjangan gender digital masih menjadi isu global yang perlu diatasi, terutama terkait literasi teknologi. Melanjutkan semangat Kartini berarti memastikan perempuan di pelosok negeri memiliki akses yang sama terhadap internet dan pelatihan keterampilan digital guna memutus rantai ketidakadilan informasi.
Di sektor profesional, perempuan kini semakin vokal dalam mengisi bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Berdasarkan riset dari UNESCO, kehadiran perempuan dalam dunia sains dan teknologi membawa perspektif baru yang lebih empatik dan solutif. Semangat Kartini tercermin pada keberanian perempuan Indonesia yang kini banyak menduduki posisi strategis di perusahaan rintisan (startup) hingga kementerian teknis.
| Baca juga: Skill yang Perlu Dimiliki di Era Digital |
Selain ekonomi dan karier, peran perempuan di era digital juga krusial dalam menjaga ketahanan informasi keluarga. Merujuk pada panduan literasi dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), perempuan, khususnya ibu, sering kali menjadi garda terdepfpan dalam menyaring berita bohong atau hoaks di grup-grup komunikasi keluarga. Kapasitas ini menjadi bentuk "perjuangan baru" dalam mencerdaskan kehidupan bangsa di tengah banjir informasi.
Pemanfaatan teknologi juga memudahkan perempuan untuk saling berjejaring dan memberikan dukungan (women supporting women). Melalui komunitas daring, berbagai kampanye sosial mulai dari hak anak hingga pelestarian lingkungan dapat disuarakan dengan lebih lantang. Digitalisasi telah menjadi "pena" baru bagi Kartini masa kini untuk menuliskan pemikiran dan gagasan yang mampu membawa perubahan sosial secara luas.
Meneladani Kartini di era digital berarti terus belajar dan beradaptasi tanpa kehilangan jati diri. Dengan kemudahan teknologi di genggaman, perempuan Indonesia memiliki peluang emas untuk membuktikan bahwa kecerdasan dan kreativitas tidak lagi terhalang oleh sekat ruang. Mari terus berkarya, menginspirasi, dan menjadikan teknologi sebagai alat untuk mencapai martabat perempuan yang lebih tinggi dan berdaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....