Infeksi Purulent Tenosynovitis akibat Gigitan Kucing
- 10 Apr 2026 16:20 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Gigitan kucing sering kali dianggap sebagai luka kecil yang tidak berbahaya dibandingkan gigitan anjing. Namun, secara klinis, gigitan kucing jauh lebih berisiko menimbulkan infeksi dalam karena struktur gigi mereka yang panjang, tajam, dan runcing.
Ketika kucing menggigit, gigi mereka dapat menembus jaringan dalam, mencapai selubung tendon, sendi, hingga tulang, serta menyuntikkan bakteri jauh ke dalam ruang yang tertutup. Salah satu komplikasi yang paling ditakuti dan memerlukan penanganan medis darurat adalah Purulent Tenosynovitis atau peradangan bernanah pada selubung tendon.
Purulent Tenosynovitis terjadi ketika bakteri, paling sering Pasteurella multocida, masuk ke dalam selubung sinovial yang mengelilingi tendon, terutama di area tangan dan jari. Selubung ini memiliki suplai darah yang terbatas namun kaya akan cairan sinovial, menjadikannya lingkungan yang sempurna bagi bakteri untuk berkembang biak dengan cepat. Mengacu pada studi klinis yang diterbitkan dalam Journal of Hand Surgery, luka tusuk akibat gigi kucing memiliki risiko infeksi yang jauh lebih tinggi pada ruang tertutup ini dibandingkan luka terbuka biasa, di mana gejalanya bisa berkembang pesat hanya dalam hitungan jam setelah kejadian.
Gejala dari kondisi ini dikenal dengan sebutan Kanavel’s Signs, yang meliputi empat tanda utama yaitu pembengkakan merata pada seluruh jari (sausage digit), nyeri hebat saat jari diluruskan secara pasif (digerakkan orang lain), posisi jari yang sedikit menekuk saat istirahat, serta nyeri tekan di sepanjang selubung tendon yang terinfeksi. Jika tidak segera ditangani, tekanan dari nanah yang terkumpul (purulen) di dalam selubung tendon dapat memutus aliran darah ke tendon tersebut. Hal ini berisiko menyebabkan nekrosis (kematian jaringan) tendon, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan hilangnya fungsi jari secara permanen.
Penanganan purulent tenosynovitis akibat gigitan kucing tidak cukup hanya dengan pembersihan luka di permukaan. Karena sifat infeksinya yang berada di ruang tertutup, pasien biasanya memerlukan rawat inap untuk pemberian antibiotik intravena dosis tinggi. Dalam banyak kasus, prosedur pembedahan darurat berupa insisi dan drainase (irrigation and debridement) diperlukan untuk mengeluarkan nanah dan membilas selubung tendon guna menghentikan kerusakan jaringan lebih lanjut. Kecepatan dalam mencari pertolongan medis adalah faktor penentu utama dalam menyelamatkan fungsi motorik tangan pasien.
Sebagai langkah pencegahan, setiap gigitan kucing yang menembus kulit, terutama di area tangan dan sendi, harus segera dicuci dengan air mengalir dan sabun, kemudian segera diperiksakan ke dokter. Jangan menunggu hingga muncul pembengkakan atau nanah, karena infeksi Pasteurella dapat menyebar secara agresif. Kesadaran akan risiko purulent tenosynovitis diharapkan dapat mengurangi komplikasi jangka panjang yang sebenarnya bisa dihindari dengan penanganan medis yang tepat sejak dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....