Hari Teater Sedunia Rayakan Seni Panggung Dunia

  • 22 Mar 2026 13:31 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Dunia seni memperingati Hari Teater Sedunia setiap tanggal 27 Maret. Momentum ini menjadi pengingat pentingnya peran teater sebagai sarana hiburan, pendidikan, sekaligus medium refleksi sosial yang memiliki dampak luas bagi kehidupan masyarakat.

Laman NationalToday memaparkan, Hari Teater Sedunia pertama kali ditetapkan pada tahun 1961 oleh Institut Teater Internasional (International Theatre Institute/ITI). Peringatan ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi bagi insan teater, tetapi juga bertujuan meningkatkan kesadaran pemerintah, pemangku kebijakan, dan masyarakat global tentang nilai strategis seni teater, termasuk potensinya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif.

Sejak masa Yunani kuno, teater telah menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia. Seni pertunjukan ini dikenal mampu menggabungkan berbagai elemen, mulai dari akting, musik, sastra, hingga visual dalam satu panggung yang menghadirkan pengalaman unik dan tak tergantikan bagi penontonnya. Tak hanya menghibur, teater juga berfungsi sebagai media edukasi dan penyampai pesan sosial yang kuat.

Gagasan Hari Teater Sedunia muncul dalam Kongres Dunia ke-9 ITI di Wina pada Juni 1961. Usulan tersebut disampaikan oleh Presiden ITI saat itu, Arvi Kivimaa, mewakili Pusat Finlandia. Dukungan dari negara-negara Skandinavia membuat gagasan ini disambut antusias hingga akhirnya direalisasikan setahun kemudian.

Perayaan perdana Hari Teater Sedunia berlangsung pada 27 Maret 1962 dan melibatkan berbagai komunitas teater di dunia. Hingga kini, peringatan tersebut telah meluas ke lebih dari 90 pusat ITI, termasuk universitas, akademi, sekolah seni, hingga komunitas pecinta teater di berbagai negara.

Setiap tahunnya, Hari Teater Sedunia diramaikan dengan berbagai kegiatan, seperti pertunjukan, diskusi, hingga festival seni. Salah satu tradisi yang paling dinantikan adalah penyampaian “Pesan Internasional Hari Teater Sedunia” oleh tokoh seni dunia. Pesan ini biasanya berisi refleksi tentang peran teater dalam membangun perdamaian dan kemanusiaan.

Pesan pertama ditulis oleh penyair dan dramawan Prancis, Jean Cocteau, pada tahun 1962. Sementara itu, pada tahun 2021, pesan tersebut disampaikan oleh aktris Inggris Helen Mirren, yang dikenal luas atas kiprahnya di dunia seni peran.

Hari Teater Sedunia menjadi momentum penting untuk kembali menghidupkan kecintaan terhadap seni panggung, sekaligus mengingatkan bahwa teater bukan sekadar hiburan, melainkan cerminan kehidupan dan suara masyarakat yang patut terus dijaga dan dikembangkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....