Merayakan Kata dan Rasa di Hari Puisi Sedunia

  • 14 Mar 2026 18:07 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Tak semua perasaan bisa dijelaskan dengan kalimat biasa. Kadang, hanya rangkaian kata sederhana yang dirangkai menjadi puisi yang mampu menggambarkan isi hati manusia. Itulah sebabnya puisi memiliki tempat istimewa dalam kehidupan budaya masyarakat dunia.

Setiap tanggal 21 Maret, dunia pun memperingati Hari Puisi Sedunia sebagai bentuk penghargaan terhadap karya sastra yang penuh makna tersebut.

Menurut UNESCO Official Website – World Poetry Day Pada tahun 2026, Hari Puisi Sedunia diperingati pada Sabtu, 21 Maret 2026. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengajak masyarakat kembali mencintai puisi, baik dengan membacanya, menulisnya, maupun mengapresiasi karya para penyair di berbagai belahan dunia.

Hari Puisi Sedunia merupakan inisiatif dari UNESCO yang dicanangkan pada tahun 1999. Organisasi ini melihat puisi sebagai salah satu bentuk ekspresi budaya yang mampu melampaui batas bahasa, bangsa, dan waktu. Melalui peringatan ini, masyarakat dunia diajak untuk mempromosikan pembacaan puisi, penulisan karya sastra, serta mendukung keberagaman bahasa melalui ekspresi puitis.

Perayaan Hari Puisi Sedunia pertama kali dilaksanakan pada 21 Maret 2000. Sejak saat itu, berbagai negara merayakannya dengan beragam kegiatan seperti pembacaan puisi, festival sastra, diskusi karya sastra, hingga lomba menulis puisi bagi generasi muda. Tujuannya tidak hanya untuk merayakan keindahan kata, tetapi juga untuk menjaga agar puisi tetap hidup dalam kehidupan masyarakat.

Selain itu, Hari Puisi Sedunia juga menjadi kesempatan untuk memberikan perhatian kepada para penyair dan penerbit kecil yang selama ini berperan penting dalam menjaga keberlangsungan dunia sastra. Melalui dukungan terhadap penerbit independen, karya-karya puisi diharapkan dapat terus lahir dan menjangkau pembaca yang lebih luas.

Tidak hanya sebatas tulisan, puisi juga memiliki hubungan erat dengan berbagai bentuk seni lainnya. Dalam banyak kebudayaan, puisi sering dipadukan dengan musik, tarian, hingga seni lukis. Tradisi pembacaan puisi secara lisan pun menjadi bagian penting yang ingin dihidupkan kembali melalui peringatan ini.

Lebih dari sekadar rangkaian kata indah, puisi juga mencerminkan pengalaman manusia, perasaan, dan nilai-nilai kehidupan. Puisi dapat menjadi sarana untuk menyuarakan harapan, kritik sosial, hingga refleksi tentang kehidupan.

Karena itulah, Hari Puisi Sedunia bukan hanya tentang merayakan sastra. Ia juga menjadi pengingat bahwa kata-kata memiliki kekuatan untuk menyentuh hati, menyatukan manusia, serta memperkaya khazanah budaya dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....