Mengenal Salicylic Acid, Bahan Aktif yang Sering Dipakai untuk Jerawat
- 13 Mar 2026 08:35 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang sering dialami banyak orang, terutama remaja dan dewasa muda. Salah satu bahan aktif yang cukup populer dalam produk perawatan kulit untuk mengatasi jerawat adalah salicylic acid atau asam salisilat. Kandungan ini banyak ditemukan dalam berbagai produk seperti sabun wajah, toner, serum, hingga obat jerawat.
Salicylic acid dikenal sebagai beta hydroxy acid (BHA) yang bekerja dengan cara membantu mengangkat sel kulit mati serta membersihkan pori-pori. Berbeda dengan beberapa bahan eksfoliasi lain, salicylic acid mampu menembus ke dalam pori-pori sehingga efektif mengatasi penyumbatan yang sering menjadi penyebab utama munculnya jerawat.
| Baca juga: Penyebab Anak Suka Bertanya |
Dikutip dari Healthline.com, salicylic acid bekerja dengan cara melarutkan sel kulit mati dan minyak berlebih yang menyumbat pori-pori. Penyumbatan tersebut biasanya memicu munculnya komedo hitam (blackheads), komedo putih (whiteheads), maupun jerawat meradang. Dengan membersihkan pori-pori, kandungan ini dapat membantu mengurangi peradangan sekaligus mencegah munculnya jerawat baru.
Selain itu, salicylic acid juga memiliki sifat antiinflamasi ringan yang dapat membantu meredakan kemerahan pada kulit berjerawat. Oleh karena itu, bahan ini sering direkomendasikan untuk mengatasi jerawat ringan hingga sedang, terutama jenis komedo.
Dalam penggunaannya, salicylic acid tersedia dalam berbagai bentuk produk dengan konsentrasi yang berbeda. Menurut Healthline, produk perawatan kulit yang dijual bebas umumnya mengandung 0,5 persen hingga 2 persen salicylic acid, sedangkan konsentrasi yang lebih tinggi biasanya digunakan dalam prosedur perawatan kulit seperti chemical peeling yang dilakukan oleh tenaga profesional.
Meskipun cukup efektif, penggunaan salicylic acid tetap perlu dilakukan dengan hati-hati. Pada sebagian orang, bahan ini dapat menyebabkan kulit kering, iritasi ringan, atau sensasi perih saat pertama kali digunakan. Karena itu, banyak ahli kulit menyarankan untuk mencoba produk pada area kecil kulit terlebih dahulu sebelum menggunakannya secara rutin di wajah.
Selain itu, penggunaan produk dengan kandungan salicylic acid sebaiknya disesuaikan dengan jenis kulit. Bagi pemilik kulit sensitif, penggunaan yang terlalu sering dapat membuat kulit menjadi lebih kering. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan frekuensi pemakaian serta menggunakan pelembap agar keseimbangan kulit tetap terjaga.
Dengan penggunaan yang tepat, salicylic acid dapat menjadi salah satu solusi efektif dalam membantu mengatasi jerawat sekaligus menjaga kebersihan pori-pori kulit. Namun, jika jerawat tidak kunjung membaik setelah beberapa minggu penggunaan, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit agar mendapatkan penanganan yang lebih sesuai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....