Tiga Bahan Alternatif Pengganti Pupuk Kandang

  • 04 Mar 2026 15:07 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Sahabat tani dimanapun berada, semoga saya jumpai dalam keadaan sehat wal'afiat tanpa kekurangan sesuatu apapun. Sahabat tani yang budiman, dalam dunia pertanian apapun jenis tanaman yang kita tanam pasti membutuhkan pupuk.

Selama ini jenis pupuk kandang sering dianggap sebagai pupuk utama, padahal fungsi terbesarnya bukan sekedar menambah unsur hara, akan tetapi berperan sebagai sumber bahan organik yang berfungsi memperbaiki kualitas tanah secara menyeluruh, membantu membentuk struktur tanah lebih remah, gembur, dan tidak mudah memadat sehingga akar tanaman lebih leluasa berkembang.

Oleh karena itu ketika mencari alternatif pengganti pupuk kandang yang harus kita ketahui adalah fungsinya, bukan bentuknya. Kalau kita sudah memahami fungsi pupuk kandang, maka kita bisa mulai mencari alternatif penggantinya.

Dikutip dari Mitra Bertani.Com, ada tiga alternatif pengganti pupuk kandang yang dapat dipertimbangkan dan sangat mudah di temukan di sekitar sahabat tani, yakni:

1. Kompos

Pupuk kompos merupakan alternatif yang paling mendekati pupuk kandang kalau sahabat tani melihat dari sisi fungsi. Pupuk Kompos berasal dari pelapukkan bahan organik seperti sisa dapur, daun kering, rumput, atau limbah pertanian yang sudah melalui proses dekomposisi terkontrol.

Pupuk kompos adalah bahan organik yang relatif stabil dan siap diaplikasikan ke tanah, kompos juga mampu meningkatkan kandungan bahan organik tanah sehingga tanah menjadi lebih remah dan gembur. Biasanya tanah lebih mudah di olah, tidak keras pada saat kering, dan tidak becek saat basah. Kompos juga menjadi energi bagi mikroorganisme tanah sama halnya seperti pupuk kandang. Jika di buat dengan bahan beragam dan proses matang sempurna, kandungan kompos akan lebih lengkap dan bisa menjadi pengganti pupuk kandang yang cukup efektif.

2. Sisa tanaman

Pemanfaatan sisa tanaman seperti jerami, padi, batang jagung, daun kacang, atau limbah panen lainya yang selama ini sering di buang sia-sia, padahal sebenarnya merupakan sumber bahan organik yang sangat bermanfaat. Sisa tanaman berfungsi sebagai penambah bahan organik ketika kembali ke lahan melalui pembenaman langsung atau lewat proses pengomposan terlebih dahulu.

Membuat pori-pori tanah menjadi lebih baik, aerasi meningkat, dan daya serap air bertambah, selain itu pengembalian sisa tanaman membantu menjaga keseimbangan siklus hara di lahan. Akan tetapi ada yang harus di perhatikan, sisa tanaman segar dengan kandungan karbon tinggi seperti jerami dan batang jagung dapat menyebabkan imobilisasi nitrogen dalam tanah, seperti nitrat atau amonium menjadi tidak tersedia karena di gunakan oleh mikroorganisme tanah selama proses dekomposisi atau penguraian.

3. Asam Humat

Asam Humat berperan sebagai pembenah tanah dan peningkat efisiensi pemupukan yang mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kapasitas tukar kation, serta membantu pengikatan dan pelepasan unsur hara agar lebih tersedia bagi tanaman. Selain itu, asam humat juga dapat merangsang pertumbuhan akar dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah.

Pada akhirnya jika sobat Mitra Bertani tidak memiliki pupuk kandang, jangan berhenti bertani, yang terpenting bukan pupuk kandangnya, melainkan keberadaan bahan organik di dalam tanah. Fokuslah pada bagaimana menjaga tanah tetap hidup, gembur dan kaya aktivitas mikroorganisme. bertanilan dengan cerdas, manfaatkan sumber daya sekitar, bangun tanah yang sehat untuk keberlanjutan jangka panjang

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....