Alternatif Gaya di tengah Fast Fashion

  • 16 Feb 2026 16:46 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Fast fashion telah lama mendominasi industri fesyen global dengan menawarkan pakaian murah dan tren yang cepat berganti. Namun, di balik kemudahannya, sistem ini menimbulkan berbagai persoalan lingkungan dan sosial.

Kondisi tersebut mendorong munculnya kebutuhan akan alternatif gaya berpakaian yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan. Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui United Nations Environment Programme (UNEP) menegaskan industri fesyen berkontribusi signifikan terhadap emisi karbon dan pencemaran air global. Oleh karena itu, perubahan pola konsumsi menjadi salah satu langkah penting untuk menekan dampak negatif industri ini terhadap lingkungan.

Salah satu alternatif yang mulai banyak diterapkan adalah konsep slow fashion. Pendekatan ini menekankan kualitas, ketahanan produk, serta proses produksi yang lebih etis. Lembaga nirlaba Ellen MacArthur Foundation menyebutkan bahwa memperpanjang usia pakai pakaian dapat secara signifikan mengurangi limbah tekstil dan penggunaan sumber daya alam.

Di tingkat nasional, kesadaran akan fesyen berkelanjutan juga terus berkembang. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menilai pemanfaatan produk lokal dan desain berbasis kearifan lokal dapat menjadi alternatif gaya sekaligus mendorong ekonomi kreatif yang ramah lingkungan.

Selain itu, penggunaan kembali pakaian melalui konsep preloved dan thrifting juga menjadi pilihan gaya yang semakin diminati. Praktik ini dinilai mampu menekan produksi baru sekaligus memperpanjang siklus hidup pakaian, selama dilakukan secara bijak dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Pemerintah pun mendorong masyarakat untuk lebih selektif dalam berbusana. Kementerian Perindustrian Republik Indonesia menekankan pentingnya mendukung industri tekstil dalam negeri yang menerapkan prinsip keberlanjutan dan produksi yang bertanggung jawab.

Di tengah gempuran fast fashion, alternatif gaya bukan berarti mengorbankan penampilan. Pilihan berpakaian yang sadar lingkungan justru mencerminkan identitas dan kepedulian terhadap masa depan. Dengan mengutamakan kualitas, fungsi, dan tanggung jawab, masyarakat dapat tetap bergaya tanpa meninggalkan nilai keberlanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....