Peran Keluarga dan Masyarakat dalam Menyikapi Isu LGBT

  • 09 Feb 2026 09:19 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Fenomena Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) tidak dapat dipandang sebagai persoalan tunggal dengan penyebab yang sederhana. Hal ini disampaikan dalam program “Obrolan Religi Night” di Pro 2 RRI Pekanbaru pada hari Jumat, 6 Februari 2026, saat membahas isu LGBT dalam perspektif budaya Melayu bersama narasumber  Prof. Dr. Junaidi, SS., M. Hum., PhD, Dewan Pakar ICMI Orwil Riau dan Rektor Universitas Lancang Kuning Pekanbaru.

Dalam perbincangan tersebut dijelaskan perilaku LGBT dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari biologis, psikologis, pengalaman traumatis, lingkungan pergaulan, hingga paparan media sosial. Oleh karena itu, cara menyikapinya memerlukan pendekatan yang komprehensif dan tidak reaktif.

Dalam budaya Melayu, keluarga memiliki peran paling fundamental. Keluarga dipandang sebagai ruang pertama pembentukan nilai, karakter, dan identitas seseorang. Struktur keluarga yang terdiri dari ayah dan ibu menjadi dasar pendidikan moral dan agama. Ketika terdapat tanda-tanda penyimpangan perilaku, keluarga diharapkan mampu merespons sejak dini dengan pendekatan yang membimbing.

Selain keluarga, masyarakat juga memegang peran penting. Dalam Obrolan Religi Night, ditegaskan bahwa nilai kebersamaan dan kepedulian sosial merupakan ciri khas masyarakat Melayu. Ketika terjadi penyimpangan sosial, langkah yang diutamakan bukanlah stigma atau kecaman, melainkan pembinaan melalui pendekatan sosial dan budaya.

Di tengah arus digital yang begitu deras, generasi muda dituntut memiliki kecerdasan literasi media. Tidak semua konten yang beredar di media sosial selaras dengan nilai budaya dan agama. Karena itu, penguatan pemahaman agama, pendampingan keluarga, serta keberanian untuk berkonsultasi menjadi kunci penting dalam upaya pencegahan.

Isu LGBT merupakan tanggung jawab bersama. Keluarga, masyarakat, pelaku hiburan, dan pemerintah daerah memiliki peran masing-masing dalam menjaga nilai, etika, dan budaya Melayu agar tetap lestari di tengah perubahan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....