Bank Sampah Sekolah, Solusi Lingkungan Sekaligus Edukasi
- 06 Feb 2026 22:33 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Isu sampah tidak cukup diselesaikan dengan imbauan membuang sampah pada tempatnya. Dibutuhkan sistem yang berkelanjutan agar pengelolaan sampah benar-benar berjalan.
Hal inilah yang menjadi fokus diskusi dalam Obrolan Komunitas Pro 2 Pekanbaru pada Kamis, 05 Februari 2026 bersama Febbyola Ranum Pratiwi dan Betharia Nurmaida yang mewakili World Cleanup Day (WCD) Riau, khususnya terkait pengembangan bank sampah di lingkungan sekolah.
WCD Riau melihat sekolah sebagai tempat strategis untuk membangun kebiasaan baik dalam pengelolaan sampah. Salah satu langkah nyata yang sedang didampingi adalah kolaborasi dengan SMA Negeri 3 Pekanbaru, sekolah yang telah meraih sertifikat Adiwiyata Nasional dan tengah menuju tingkat Adiwiyata Mandiri.
Melalui sistem bank sampah, sampah yang masih memiliki nilai daur ulang seperti botol plastik, kertas, dan logam dapat dikumpulkan, ditimbang, lalu ditukar dengan uang. Hasilnya bisa menjadi tabungan sekolah atau dimanfaatkan untuk kegiatan lingkungan.
Konsep ini tidak rumit, asalkan ada kemauan dan sistem pencatatan yang jelas, baik secara manual maupun digital. Namun, tantangan terbesar bukan terletak pada fasilitas, melainkan pada mindset siswa.
Febi mengungkapkan semangat siswa biasanya tinggi di awal setelah edukasi, tetapi sering menurun seiring waktu. Kebiasaan membawa tumbler, kotak bekal, atau mengurangi plastik sering hanya bertahan beberapa hari sebelum kembali ke pola lama.
Karena itu, edukasi perlu dilakukan secara konsisten dan didukung oleh lingkungan sekolah. Peran siswa sebagai agent of change menjadi kunci utama. Kesadaran bahwa setiap sampah adalah tanggung jawab pribadi harus terus ditanamkan, bukan sekadar slogan sesaat.
WCD Riau membuka peluang kolaborasi bagi sekolah-sekolah lain di Pekanbaru dan Riau yang ingin membangun sistem pengelolaan sampah, termasuk bank sampah. Dengan kolaborasi dan komitmen bersama, sekolah dapat menjadi contoh nyata bagaimana edukasi lingkungan tidak hanya diajarkan, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....