Waspadai 7 Hal yang Dapat Menghapus Amalan Kita

  • 06 Feb 2026 15:30 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru -  Banyak amalan yang kita lakukan terlihat besar, namun bisa gugur nilainya di sisi Allah jika tercemar oleh hal-hal tertentu. Demikian yang disampaikan Ustadz Elfiandri, dalam khotbah Jumat bertajuk “7 Hal Yang Mengurangi atau Menghapus Amalan Kita” di Mesjid Az-Zahra, Jalan Melati Indah, Pekanbaru, Jumat 6 Februari 2026.

Dalam khotbahnya, Ustadz Elfiandri mengingatkan jamaah bahwa tidak semua amal ibadah yang dilakukan secara lahiriah otomatis bernilai pahala. Menurutnya, ada sejumlah perbuatan dan sikap batin yang dapat mengurangi bahkan menghapus seluruh amalan, jika tidak diwaspadai dan dijauhi oleh setiap Muslim.

Adapun tujuh hal yang dapat menghapus atau mengurangi amalan tersebut meliputi syirik, murtad, riya, menghitung sedekah, menjatuhkan marwah Rasul, kufur, dan tidak ikhlas. Ketujuh hal ini disebutkan sebagai penyakit hati dan akidah yang dapat merusak kualitas ibadah seorang hamba di hadapan Allah SWT.

Ustadz Elfiandri menjelaskan, syirik merupakan dosa terbesar yang dapat menghapus seluruh amal, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an bahwa perbuatan menyekutukan Allah akan menggugurkan semua amalan. Sementara murtad, yakni keluar dari Islam, menyebabkan amal kebaikan yang telah dilakukan menjadi sia-sia jika pelakunya meninggal dalam keadaan tersebut.

Selain itu, riya atau beramal karena ingin dipuji manusia disebut sebagai syirik kecil yang menghilangkan pahala ibadah. Termasuk pula menghitung dan mengungkit sedekah, yang dapat membatalkan nilai sedekah karena dilakukan bukan lagi semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT.

Dalam khutbah tersebut juga ditekankan larangan menjatuhkan marwah Rasulullah SAW, baik melalui ucapan, sikap, maupun perilaku yang meremehkan ajaran dan sunnah Nabi. Tindakan tersebut dinilai dapat merusak keimanan dan berimplikasi pada hilangnya nilai amal seorang Muslim.

Sementara itu, kufur dan tidak ikhlas disebut sebagai faktor batin yang sering luput disadari. Kufur terhadap nikmat Allah dan ajaran-Nya dapat menghapus pahala, sedangkan tidak ikhlas dalam beramal menjadikan ibadah kehilangan makna, karena setiap amal sangat bergantung pada niat pelakunya.

Menutup khutbahnya, Ustadz Elfiandri mengajak jamaah untuk senantiasa menjaga tauhid, memperbaiki niat, serta meningkatkan keikhlasan dalam setiap amal ibadah dan perbuatan sehari-hari. Dengan demikian, amalan yang dilakukan tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga bernilai dan diterima di sisi Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....