Kandungan dan Manfaat Jeruk Purut
- 24 Jan 2026 17:02 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Jeruk purut dikenal luas sebagai tanaman yang memiliki aroma khas dan kuat. Selain dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, jeruk purut juga menyimpan berbagai kandungan senyawa kimia yang berkhasiat bagi kesehatan dan perawatan tubuh.
Dikutip dari laman socfindoconservation.co.id, Jeruk purut dapat dibudidayakan dengan dua cara, yaitu secara generatif dan vegetatif. Perbanyakan generatif dilakukan melalui biji, sementara perbanyakan vegetatif dapat dilakukan dengan teknik cangkok maupun sambung tunas pucuk. Metode vegetatif umumnya dipilih untuk memperoleh tanaman yang lebih cepat berbuah dan memiliki sifat serupa dengan induknya.
| Baca juga: Manfaat Buah Nenas dari Isi Hingga Kulit |
Jeruk purut mengandung berbagai senyawa kimia aktif yang sebagian besar terdapat dalam minyak atsirinya. Beberapa senyawa utama yang terkandung di dalamnya antara lain sabinene, ß-pinene, limonene, α-pinene, camphene, myrcene, terinen-4-ol, α-terpinol, linalool, terpinolene, citronellal, ß-citronellol, dan citronellyl acetate.
Selain itu, jeruk purut juga mengandung flavonoid, kumarin seperti bergapten, serta minyak atsiri yang berperan penting dalam memberikan aroma khas sekaligus aktivitas biologisnya.
Beragam kandungan tersebut membuat jeruk purut memiliki banyak khasiat. Tanaman ini dipercaya dapat membantu meredakan influenza, mengobati sakit kepala, serta mengatasi gangguan pencernaan seperti dispepsia.
Dalam perawatan tubuh, jeruk purut dikenal mampu menghaluskan dan melembapkan kulit, mencegah ketombe, serta menjaga kesehatan gigi. Jeruk purut juga memiliki sifat antibakteri, antijamur, dan antioksidan. Dalam pengobatan tradisional, jeruk purut dimanfaatkan sebagai obat gigitan serangga, perawatan bagi ibu pasca melahirkan, serta membantu mengatasi cacingan pada anak.
Jeruk purut juga dapat diolah menjadi simplisia untuk keperluan pengobatan herbal. Proses pembuatannya diawali dengan mencuci bersih daun dan buah jeruk purut, kemudian memotongnya menjadi bagian kecil.
Setelah itu, bahan dikering anginkan selama kurang lebih satu bulan hingga benar-benar kering. Selanjutnya, daun dan buah yang telah kering digiling hingga menjadi serbuk dan disimpan dalam wadah bersih serta kedap udara agar kualitasnya tetap terjaga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....