Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Rohil Bangun Fondasi Kebijakan Berbasis Data
- 15 Jun 2026 17:50 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Rokan Hilir – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir resmi memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 dengan menerjunkan 524 petugas pendataan ke seluruh wilayah kecamatan dan kepenghuluan. Pendataan yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut menjadi langkah strategis untuk membangun basis data ekonomi yang akurat sebagai fondasi penyusunan kebijakan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah.
Pencanangan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 tersebut, melalui apel yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Rokan Hilir, Fauzi Efrizal yang mewakili Bupati Rokan Hilir, di Taman Budaya Batu Enam, Bagansiapiapi, Senin 15 Juni 2026. Kegiatan tersebut menandai dimulainya pendataan ekonomi secara serentak yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai upaya menghadirkan potret komprehensif mengenai struktur dan dinamika perekonomian daerah.
Apel pencanangan itu juga dihadiri jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, pimpinan dan pegawai BPS Rokan Hilir, serta ratusan petugas sensus yang akan diterjunkan ke seluruh wilayah kecamatan dan kepenghuluan.
Dalam amanat yang dibacakannya, Sekda Fauzi Efrizal menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 memiliki makna strategis yang jauh melampaui agenda statistik rutin yang dilaksanakan setiap satu dekade. Menurutnya, sensus tersebut merupakan instrumen fundamental dalam menyediakan basis data yang kredibel sebagai landasan penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi, baik pada tingkat nasional, provinsi, maupun daerah.
Sepuluh tahun setelah pelaksanaan Sensus Ekonomi terakhir pada 2016, berbagai perubahan telah terjadi dalam lanskap ekonomi masyarakat. Perkembangan sektor usaha, transformasi digital, pertumbuhan ekonomi berbasis jasa, hingga dinamika UMKM menuntut hadirnya data terbaru yang mampu menggambarkan kondisi riil dunia usaha secara menyeluruh dan terukur.
“Data yang akurat adalah kompas pembangunan. Tanpa data yang valid, kebijakan yang dirumuskan ibarat berjalan di tengah kegelapan. Karena itu, Sensus Ekonomi 2026 menjadi instrumen penting untuk memotret kondisi ekonomi masyarakat saat ini, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah hingga perusahaan berskala besar,” ujar Fauzi.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan pelaksanaan sensus bukan semata menjadi tanggung jawab BPS, melainkan memerlukan dukungan kolektif seluruh elemen pemerintahan daerah. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi faktor penentu dalam memastikan proses pendataan berjalan optimal serta mampu menjangkau seluruh pelaku usaha yang tersebar di wilayah Kabupaten Rokan Hilir.
Untuk itu, Fauzi menginstruksikan seluruh ASN, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga kepenghuluan dan kelurahan, agar berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya sensus ekonomi. Ia meminta aparatur pemerintah menjadi garda terdepan dalam membangun kesadaran publik bahwa data yang dihimpun memiliki nilai strategis bagi perencanaan pembangunan daerah.
“Jadilah motor penggerak edukasi di lingkungan masing-masing. Berikan pemahaman kepada pelaku usaha dan masyarakat bahwa sensus ini aman, rahasia, dan sangat penting bagi kemajuan daerah. Mari kita tunjukkan sinergi dan kolaborasi yang solid demi suksesnya Sensus Ekonomi 2026,” tegasnya.
Kepada para petugas lapangan, Sekda berpesan agar menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, integritas, dan profesionalisme. Menurutnya, kualitas data yang akan dihasilkan sangat bergantung pada ketelitian serta kemampuan petugas dalam menjalin komunikasi dengan responden di lapangan.
Ia juga mengingatkan kondisi geografis Kabupaten Rokan Hilir yang terdiri atas kawasan pesisir, kepulauan, hingga daerah yang memiliki akses transportasi terbatas menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan pendataan. Namun demikian, ia meyakini seluruh petugas mampu menjalankan amanah tersebut dengan baik.
“Laksanakan tugas dengan santun dan ramah, serta tunjukkan citra pelayanan publik yang profesional. Jaga kesehatan dan keselamatan selama bertugas. Saya yakin seluruh petugas mampu menjalankan tanggung jawab ini dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Fauzi turut mengajak seluruh pelaku usaha, mulai dari pedagang pasar tradisional, pelaku UMKM, hingga perusahaan besar, untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan informasi yang jujur, lengkap, dan akurat. Partisipasi masyarakat dunia usaha dinilai menjadi kunci utama dalam menghasilkan data yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia menegaskan bahwa seluruh informasi yang diberikan responden dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Data tersebut akan digunakan sebagai bahan analisis dalam merumuskan berbagai program pembangunan ekonomi, mulai dari penyediaan bantuan usaha, pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pembangunan infrastruktur penunjang aktivitas ekonomi masyarakat.
“Data yang diberikan masyarakat dijamin kerahasiaannya oleh undang-undang. Data tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam merancang berbagai program bantuan, pelatihan, dan pembangunan infrastruktur ekonomi yang tepat sasaran,” jelasnya.
Mengakhiri amanatnya, Fauzi Efrizal secara resmi mencanangkan dimulainya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Rokan Hilir.
“Dengan memohon rida dan bimbingan Allah SWT serta mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Rokan Hilir secara resmi saya nyatakan dimulai,” ucapnya yang disambut tepuk tangan para peserta apel.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Rokan Hilir, Aries Adi Putra mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan 524 petugas sensus yang akan melakukan pendataan di seluruh wilayah kecamatan dan kepenghuluan. Sebelum diterjunkan ke lapangan, seluruh petugas telah mengikuti pelatihan intensif guna memastikan keseragaman pemahaman terhadap metodologi, konsep, serta definisi operasional yang digunakan dalam pelaksanaan sensus.
“Jumlah petugas Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 524 orang yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan dan kepenghuluan. Seluruh petugas telah mengikuti pelatihan intensif selama tiga hari efektif untuk memahami teknis pendataan lapangan serta menyamakan konsep dan definisi operasional sensus,” ungkap Aries.
Melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir bersama Badan Pusat Statistik berharap dapat menghimpun basis data ekonomi yang berkualitas tinggi, akurat, dan terintegrasi. Data tersebut nantinya akan menjadi fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, memperkuat daya saing daerah, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....