Persiapan Haji 2026, Jemaah di Pekanbaru Ikuti Manasik

  • 19 Feb 2026 10:35 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 atau 1447 H terus dilaksanakan Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Pekanbaru. Salah satu tahapan penyelenggaraan yang dilaksanakan adalah manasik.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Kantor Kemenhaj Kota Pekanbaru, Hj. Hariyati, Kamis, 19 Februari 2026.

Dia mengatakan Kemenhaj menggelar bimbingan teknis dan praktik ibadah bagi calon jamaah sebagai bagian dari persiapan pemberangkatan ke tanah suci.

"Manasik telah dilaksanakan sejak 7 hingga 12 Februari 2026 di delapan rayon. Lokasi tersebut meliputi Rayon Tampan, Marpoyan Damai, Bukit Raya, Tenayan Raya, Rumbai Sukajadi, serta Senapelan. Khusus Rayon Payung Sekaki dan Rayon Pekanbaru Kota yang digabung dengan Rayon Limapuluh, pelaksanaannya juga sudah dilaksanakan," katanya.

Menurut Haryati, puncak kegiatan akan digelar dalam bentuk Manasik Haji Akbar pada 4 April 2026, selepas lebaran Idul Fitri. Seluruh jamaah dari delapan rayon akan mengikuti praktik gabungan yang dipusatkan di kawasan perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru, di Tenayan Raya.

Saat simulasi nantinya, panitia akan membangun miniatur area suci yang menyerupai Masjidil Haram lengkap dengan representasi Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Area parkir akan disulap menjadi lokasi praktik lontar jumrah dan tahapan ibadah lainnya.

“Kami siapkan miniatur untuk memudahkan visualisasi dan pemahaman jamaah. Simulasi akan didampingi pembimbing ibadah umum, petugas kloter, hingga petugas yang ditugaskan dari Saudi bersama jamaah asal Pekanbaru,” ucapnya.

Pelaksanaan manasik katanya, bukan sekadar formalitas, melainkan penguatan pemahaman menyeluruh terhadap alur dan teknis pelaksanaan haji. Saat manasik, jamaah dibekali dengan pengetahuan tentang rukun, wajib, dan sunnah haji, termasuk layanan yang akan mereka terima selama di tanah suci.

“Ritual haji akan berjalan sukses jika jamaah memahami alur prosesnya, termasuk layanan apa saja yang menjadi hak mereka. Pemerintah memastikan seluruh layanan itu terpenuhi,”tuturnya.

Selain itu, jamaah didorong untuk mandiri dalam menjalankan ibadah. Meski sistem kloter dibangun dengan semangat kebersamaan dan pengorganisasian yang rapi, setiap individu diharapkan menguasai ilmu manasik agar tidak bergantung sepenuhnya pada orang lain.

Pada tahun ini, kondisi calon jamaah haji Pekanbaru cukup menggembirakan. Proporsi jamaah lanjut usia hanya sekitar 15 persen.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

“Kondisi ini menjadi potensi besar untuk kesuksesan penyelenggaraan haji di Kota Pekanbaru,” katanya optimistis.

Rekomendasi Berita