Telepon Kabel dari Alat Komunikasi Utama Jadi Pajangan Nostalgia

  • 01 Mei 2025 16:46 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN, Pekanbaru : Pernahkah Anda merasa rindu akan bunyi dering khas "kriiingg" dari telepon kabel di sudut meja? Suara nyaring yang seolah menegaskan bahwa “ada yang penting ingin bicara.”

Namun kini, benda yang dulu bertengger gagah di pojok ruang tamu atau meja kerja ayah, tampaknya tinggal menjadi pajangan nostalgia. Perlahan tapi pasti, telepon kabel meja di rumah mulai ditinggalkan, dan lebih sering berakhir sebagai properti film jadul atau dekorasi kafe bertema retro.

Perubahan ini tentu tak terjadi dalam semalam. Lahirnya ponsel pintar menjadi paku pertama di peti mati telepon kabel meja. Mobilitas yang ditawarkan oleh gawai genggam membuat kita tak lagi harus “menunggu telepon” di satu titik.

Kini, kita bisa menerima panggilan sambil menyiram tanaman, menjemur baju, atau bahkan (maaf) di kamar mandi. Telepon kabel meja, dengan kabel spiral yang sering kusut dan jangkauan terbatas, kini terasa seperti beban ketimbang solusi.

Tak hanya dari sisi teknologi, dari sudut ekonomi pun telepon kabel meja mulai tersisih. Jaringan PSTN (Public Switched Telephone Network) yang menjadi tulang punggung layanan telepon rumah semakin jarang digunakan.

Data dari Kominfo pada tahun-tahun terakhir menunjukkan penurunan tajam pelanggan telepon rumah di sektor residensial. Operator telekomunikasi pun lebih giat mengembangkan jaringan seluler dan internet broadband, yang secara tidak langsung mematikan ekosistem telepon kabel meja.

Wanda, seorang dosen di Pekanbaru melihat fenomena ini sebagai bagian dari pergeseran cara memaknai kehadiran dan komunikasi. Dulu, ada telepon di rumah adalah simbol keterjangkauan dan status sosial. Kini, komunikasi sudah tak perlu berbasis tempat, tapi berbasis pribadi.

"Sekarang ini dalam satu rumah, bisa ada lima anggota keluarga dan lima nomor ponsel aktif, masing-masing dengan preferensi aplikasi, nada dering, bahkan zona waktu komunikasi. Telepon rumah? Hmm hampir tak ada!" ujar Wanda, Kamis (1/05/2025).

Dari sisi desain dan gaya hidup, rumah modern juga makin ringkas yang tumbuh dalam ekosistem digital, bahkan mungkin tak pernah benar-benar menggunakan telepon kabel meja. Bagi mereka, benda itu lebih mirip artefak, yang menarik untuk dilihat, tapi tak relevan untuk dipakai.

Tentu masih ada pengecualian. Beberapa rumah lansia, kantor pemerintahan, atau instansi yang memerlukan catatan komunikasi tertulis dan jaringan hotline masih mengandalkan telepon kabel meja. Tapi ini lebih karena kebutuhan struktural daripada preferensi.

Bahkan di sektor tersebut, migrasi ke sistem Voice over IP dan aplikasi call center digital juga sedang berlangsung pesat. Dengan kata lain, telepon meja sedang menua, baik secara fungsi maupun posisi sosial.

Jadi, apakah telepon kabel meja akan punah? Mungkin tidak sepenuhnya. Tapi ia sudah bergeser dari alat komunikasi utama menjadi penanda zaman.

Rekomendasi Berita