PDC Dorong UMKM Warga Rokan Hilir lewat MALIKA 2.0

  • 30 Agt 2026 11:55 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Minyak jelantah yang selama ini dianggap sebagai limbah ternyata bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Melalui program MALIKA 2.0 atau Mari Kelola Jelantah Kita, PT Patra Drilling Contractor (PDC) mengajak masyarakat di Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, mengubah limbah minyak menjadi peluang usaha.

Program tersebut melibatkan 25 perempuan dari Desa Bangko Bakti, Bangko Jaya, dan Bangko Permata. Mereka mendapatkan pelatihan mengolah minyak jelantah menjadi sejumlah produk, di antaranya sabun dan lilin aromaterapi.

Sejak pelatihan dimulai pada 14 Juli 2026, sebanyak 55 liter minyak jelantah yang berasal dari aktivitas dapur Food and Lodging Services (FLS) PDC telah dimanfaatkan sebagai bahan baku.

Direktur Keuangan PDC Fitra Adriza mengatakan, minyak jelantah tidak semestinya hanya dipandang sebagai limbah. Jika dikelola dengan tepat, limbah tersebut masih dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi.

“Melalui MALIKA 2.0, kami ingin menghadirkan manfaat yang berkelanjutan. Minyak jelantah dari aktivitas dapur FLS PDC tidak hanya kami lihat sebagai limbah, tetapi sebagai sesuatu yang masih memiliki nilai dan dapat dimanfaatkan kembali untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Fitra, Minggu 30 Agustus 2026 dalam rilis yang disampaikan.

MALIKA 2.0 sendiri telah diresmikan oleh Direktur Keuangan PDC Fitra Adriza bersama Wakil Bupati Rokan Hilir Jhony Charles. Program ini menjadi bagian dari upaya PDC menghubungkan pengelolaan limbah dari kegiatan operasional perusahaan dengan pemberdayaan masyarakat.

Menurut Fitra, pemberdayaan masyarakat dalam program ini tidak berhenti setelah pelatihan selesai. PDC memberikan pendampingan selama tiga bulan agar keterampilan yang diperoleh peserta dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif.

Peluang pemasaran juga mulai dibuka. Dua peserta MALIKA 2.0 telah mengikuti pameran di Pekanbaru pada 9–10 Agustus 2026 sebagai langkah awal memperkenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas.

Sementara itu, Wakil Bupati Rokan Hilir Jhony Charles menyambut positif program tersebut. Ia mendorong kantor-kantor pemerintahan di Kabupaten Rokan Hilir menyediakan ruang display untuk membantu memperkenalkan produk MALIKA kepada masyarakat.

“UMKM harus bisa lebih maju. Untuk itu, diperlukan program-program pemberdayaan yang dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dan membuka peluang ekonomi. Kami berterima kasih kepada PDC yang telah memberikan manfaat melalui program CSR-nya di Kabupaten Rokan Hilir,” ujar Jhony.

Melalui MALIKA 2.0, PDC berupaya menggabungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat. Limbah dari aktivitas operasional perusahaan diolah kembali agar tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga dapat menjadi kegiatan produktif yang membuka peluang ekonomi bagi warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....