PPJI Riau Gelar Temu Raya Boga 2026
- 12 Feb 2026 21:29 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) Riau menggelar Temu Raya Boga Riau 2026 sebagai ajang konsolidasi dan penguatan ekosistem jasa boga di Provinsi Riau, Kamis 12 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pelaku usaha jasa boga, UMKM pangan, rumah makan, serta industri pendukung untuk memperkuat sinergi dan profesionalisme di sektor tataboga.
Ketua DPD PPJI Riau periode 2025–2030, Annisa Sarwidya, mengatakan Temu Raya Boga Riau tidak sekadar agenda seremonial. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya tentang pelantikan pengurus DPC PPJI kabupaten/kota se-Provinsi Riau, bukan pula semata-mata rapat kerja daerah atau seminar pentahelix, melainkan menjadi tonggak penting dalam membangun muatan ekosistem jasa boga di Riau.
“Temu Raya Boga Riau ini adalah tonggak penguatan ekosistem jasa boga. PPJI hadir sebagai organisasi profesi yang menaungi jasaboga sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam penguatan industri pangan di Riau,” ujar Annisa.
Ia menjelaskan, kehadiran PPJI lahir dari kebutuhan akan wadah yang mampu menyatukan pelaku katering, UMKM pangan, rumah makan, serta industri pendukung lainnya dalam sebuah ekosistem profesional yang terstruktur dan memiliki arah yang jelas. Dalam kurun waktu tujuh bulan sejak terbentuknya PPJI Riau, pihaknya berhasil membentuk DPC PPJI di 11 kabupaten dan kota se-Provinsi Riau.
“Pencapaian ini merupakan hasil kerja kolektif, komitmen, dan semangat seluruh penggerak daerah. Untuk itu, saya mengapresiasi kerja keras dan dedikasi seluruh pengurus dan anggota PPJI di daerah,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PPJI, Tata Indriyatna, menyampaikan bahwa saat ini PPJI telah hadir di 25 provinsi di seluruh Indonesia. Ia menegaskan, PPJI berperan aktif dalam membina pengusaha katering dan pelaku usaha boga untuk memberdayakan ekonomi serta membangun ekosistem UMKM yang berdaya saing.
“Kehadiran PPJI harus mampu meningkatkan keterampilan dan kapasitas para pelaku UMKM, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkontribusi dalam penguatan ekonomi daerah,” kata Tata.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Tekad Perbatas Setiap Dewa, menilai forum Temu Raya Boga Riau sangat relevan dengan arah pembangunan ekonomi daerah. Ia menyebutkan bahwa transformasi ekonomi Riau ke depan diarahkan agar lebih inklusif dan berkelanjutan, seiring dengan peran sektor perdagangan, penyediaan akomodasi, serta makan dan minum yang kian signifikan.
“Struktur ekonomi Riau memang masih didominasi sektor industri dan pengolahan sumber daya alam. Namun sektor perdagangan serta penyediaan akomodasi dan makan minum menunjukkan peran yang semakin penting, terutama dalam penyerapan tenaga kerja dan penguatan ekonomi keluarga,” katanya.
Berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Riau tahun 2025, subsektor penyediaan akomodasi dan makan minum, termasuk industri tata boga, memberikan kontribusi sebesar 0,48 persen atau lebih dari Rp5,5 triliun. Meski persentasenya terlihat kecil, sektor ini memiliki efek pengganda yang kuat dalam menyerap tenaga kerja, menggerakkan sektor pertanian, peternakan, perikanan, serta memperkuat perdagangan dan pariwisata.
Dalam kegiatan Temu Raya Boga Riau 2026 tersebut, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Riau turut berkontribusi dengan memberikan materi terkait kekayaan intelektual kepada para peserta. Melalui kegiatan ini, diharapkan pelaku jasa boga dan UMKM pangan di Riau semakin memahami pentingnya perlindungan hukum, peningkatan kapasitas, serta penguatan ekosistem usaha yang berkelanjutan.