Strategi Finansial Cerdas dengan Frugal Living

  • 19 Mei 2026 15:35 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Di tengah mudahnya akses belanja online dan maraknya gaya hidup konsumtif saat ini, konsep frugal living semakin banyak diminati masyarakat. Frugal living bukanlah gaya hidup pelit atau menyiksa diri, melainkan sebagaimana dijelaskan OJK (Otoritas Jasa Keuangan), frugal living adalah konsep pengalokasian dana yang dimiliki dengan kesadaran penuh untuk berfokus pada prioritas, serta mencari cara untuk mendapatkan nilai maksimal dari setiap uang yang dikeluarkan.

Gaya hidup ini bukan tentang menahan diri untuk tidak membeli apa pun, melainkan tentang memilih untuk membelanjakan uang pada hal-hal yang benar-benar bernilai dan dibutuhkan dalam jangka panjang. Menerapkan frugal living menuntut seseorang untuk memiliki kontrol diri yang kuat dalam membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Sikapi Uangmu OJK menjelaskan rajin mencatat arus kas masuk dan keluar serta menyusun anggaran bulanan bisa menjadi salah satu langkah awal. Penganut frugal living biasanya akan menahan diri dari perilaku impulsif, seperti selalu ingin mengganti gadget ke generasi terbaru hanya karena takut ketinggalan tren (Fear of Missing Out atau FOMO). Mereka lebih memilih untuk menggunakan barang yang sudah ada selama fungsi utamanya masih berjalan dengan optimal, sehingga sisa dana yang ada dapat dialokasikan ke hal lain.

Perilaku frugal living juga mendorong efisiensi biaya kebutuhan sehari-hari. Menurut Situs Resmi Kementerian Keuangan RI, gaya hidup ini dapat dicontohkan seperti memasak makanan sendiri di rumah alih-alih sering membeli makanan di luar, memanfaatkan transportasi umum, hingga mematikan perangkat elektronik yang tidak digunakan untuk menghemat tagihan listrik. Penghematan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari ini, jika diakumulasikan dalam hitungan bulan atau tahun, akan menghasilkan surplus anggaran yang sangat signifikan bagi kesehatan keuangan keluarga.

Dana yang didapatkan dari hasil hidup hemat dapat dialihkan untuk membangun fondasi keuangan yang kokoh. Penganut frugal living bisa memanfaatkan uang hasil penghematan untuk mempercepat pelunasan utang, memenuhi pos dana darurat, hingga berinvestasi pada instrumen masa depan seperti reksa dana, saham, atau investasi properti seperti pembayaran uang muka (DP) rumah. Dengan memiliki tabungan dan investasi yang kuat, finansial menjadi stabil dan tidak rentan mengalami situasi darurat seperti krisis ekonomi atau kehilangan pekerjaan.

Tujuan utama dari frugal living adalah untuk mencapai kebebasan finansial (financial freedom) dan ketenangan pikiran di masa depan. Gaya hidup ini memberikan kebebasan dalam pengendalian uang, bukan sebaliknya di mana uang dan cicilan yang mengendalikan hidup. Dengan hidup secukupnya dan berfokus pada kualitas hidup jangka panjang, penganut frugal living dapat menikmati masa pensiun dengan lebih sejahtera, mandiri, dan bebas dari jeratan finansial.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....