Dari Batang Bibit Bernilai Jual Tinggi
- 23 Jun 2026 09:19 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID,Pekanbaru - Tebu bulu lawang merupakan salah satu jenis tebu lokal yang cukup dikenal di berbagai daerah karena memiliki rasa yang manis, batang yang relatif lunak, serta mudah dibudidayakan. Selain dikonsumsi langsung sebagai tebu kunyah, tebu ini juga memiliki nilai ekonomi yang baik karena dapat dijual dalam bentuk batang segar maupun diolah menjadi berbagai produk olahan tradisional.
Dikutip dari sumber Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat, dengan teknik budidaya yang tepat, menanam tebu bulu lawang dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan bagi petani maupun masyarakat yang memiliki lahan pekarangan. Langkah pertama dalam budidaya tebu bulu lawang adalah menyiapkan lahan.
Pilih lokasi yang mendapatkan sinar matahari penuh karena tanaman tebu memerlukan cahaya yang cukup untuk pertumbuhan optimal. Lahan dibersihkan dari gulma dan dicangkul sedalam 20–30 sentimeter agar tanah menjadi gembur. Setelah itu, buat guludan atau alur tanam dengan jarak sekitar 80–100 sentimeter.
Bibit tebu dipilih dari batang yang sehat, tidak terserang hama, dan berumur sekitar 8–10 bulan. Batang kemudian dipotong menjadi beberapa bagian yang masing-masing memiliki dua hingga tiga mata tunas.
Bibit ditanam secara mendatar di dalam alur tanam dengan mata tunas menghadap ke samping atau ke atas. Setelah itu, bibit ditutup tanah tipis dan disiram secukupnya. Pada awal pertumbuhan, kelembapan tanah perlu dijaga agar tunas dapat tumbuh dengan baik.
Dalam waktu dua hingga tiga minggu, tunas muda biasanya mulai muncul ke permukaan tanah. Walaupun cukup kuat, tebu bulu lawang tetap dapat terserang beberapa hama seperti penggerek batang dan tikus. Oleh karena itu, kebersihan lahan perlu dijaga dan tanaman yang terserang segera dipisahkan agar tidak menular ke tanaman lain.
Penggunaan pestisida sebaiknya dilakukan secara bijaksana dan sesuai anjuran. Pengendalian secara alami, seperti menjaga keseimbangan ekosistem kebun, juga dapat menjadi pilihan yang lebih ramah lingkungan. Tebu bulu lawang umumnya dapat dipanen pada umur 8 hingga 12 bulan, tergantung kondisi lahan dan perawatan.
Tanda-tanda tebu siap dipanen antara lain batang sudah berisi penuh, warna batang tampak cerah, dan rasa air tebunya semakin manis. Panen dilakukan dengan memotong batang dekat permukaan tanah menggunakan parang atau alat pemotong yang tajam. Setelah dipanen, daun-daun kering dibersihkan dan batang siap dipasarkan.
Dengan modal yang relatif terjangkau dan perawatan yang tidak terlalu rumit, budidaya tebu bulu lawang berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat, baik dalam skala kecil maupun komersial.
Menanam tebu bulu lawang tidak hanya memberikan hasil panen yang manis, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang menjanjikan. Mulai dari pemilihan bibit yang baik, pengolahan lahan, perawatan yang tepat, hingga proses panen, semua tahapan memiliki peranan penting dalam menghasilkan tebu berkualitas tinggi. Dengan ketekunan dan pengelolaan yang baik, kebun tebu bulu lawang dapat menjadi investasi pertanian yang menguntungkan dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....