Budidaya Bayam Merah Mudah dan Menguntungkan

  • 10 Jun 2026 10:13 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Bayam merah merupakan salah satu jenis sayuran daun yang banyak diminati masyarakat karena memiliki warna yang menarik, rasa yang lezat, serta kandungan gizi yang tinggi. Sayuran ini kaya akan vitamin A, vitamin C, zat besi, serat, dan antioksidan yang baik untuk kesehatan tubuh.

Selain untuk kebutuhan rumah tangga, bayam merah juga memiliki nilai jual yang cukup baik sehingga cocok dijadikan peluang usaha pertanian skala kecil maupun besar. Langkah pertama dalam budidaya bayam merah adalah menyiapkan benih berkualitas.

Dikutip dari sumber Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, benih dapat diperoleh dari toko pertanian terpercaya atau dari hasil tanaman sebelumnya yang telah tua. Pilih benih yang sehat, bersih, dan memiliki daya kecambah tinggi agar pertumbuhan tanaman lebih seragam. Sebelum ditanam, lahan perlu diolah terlebih dahulu dengan menggemburkan tanah dan membersihkannya dari gulma serta sisa tanaman lain.

Bayam merah tumbuh optimal pada tanah yang subur, gembur, dan memiliki drainase yang baik. Untuk meningkatkan kesuburan tanah, tambahkan pupuk kandang atau kompos yang telah matang. Setelah lahan siap, buat bedengan dengan lebar sekitar 1 meter dan panjang menyesuaikan kondisi lahan. Benih kemudian dapat disebar secara merata di atas bedengan atau ditanam dalam barisan dengan jarak tertentu agar tanaman memiliki ruang tumbuh yang cukup.

Perawatan bayam merah tergolong mudah. Penyiraman dilakukan secara rutin, terutama pada pagi dan sore hari saat musim kemarau. Selain itu, lakukan penyiangan gulma secara berkala agar tanaman tidak berebut unsur hara dengan tanaman pengganggu. Pemupukan susulan menggunakan pupuk organik cair atau pupuk nitrogen dapat dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan daun.

Hama dan penyakit pada bayam merah umumnya tidak terlalu banyak, namun petani tetap perlu melakukan pengamatan rutin. Beberapa hama yang sering menyerang antara lain ulat daun dan kutu tanaman. Pengendalian dapat dilakukan secara mekanis dengan membuang hama yang terlihat atau menggunakan pestisida nabati yang lebih ramah lingkungan.

Bayam merah termasuk tanaman berumur pendek. Dalam kondisi pertumbuhan yang baik, tanaman sudah dapat dipanen pada usia sekitar 20 hingga 30 hari setelah tanam. Panen dapat dilakukan dengan mencabut seluruh tanaman atau memotong bagian batang beberapa sentimeter di atas permukaan tanah.

Waktu panen yang tepat akan menghasilkan daun yang masih muda, segar, dan memiliki kualitas terbaik. Selain mudah dibudidayakan, bayam merah juga memberikan keuntungan ekonomi yang cukup menjanjikan.

Masa tanam yang singkat memungkinkan petani melakukan beberapa kali siklus tanam dalam satu tahun. Dengan permintaan pasar yang stabil dan biaya produksi yang relatif rendah, budidaya bayam merah dapat menjadi pilihan usaha pertanian yang menguntungkan sekaligus mendukung ketersediaan sayuran sehat bagi masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....