Surplus Perdagangan Riau Januari 2026 Capai US$1,22 Miliar

  • 03 Mar 2026 09:04 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Perdagangan luar negeri Provinsi Riau pada Januari 2026 tetap mencatatkan kinerja positif dengan posisi surplus sekitar US$1,22 miliar. Capaian tersebut terutama disokong oleh sektor nonmigas yang memberikan kontribusi sekitar US$1,20 miliar, sementara sektor migas menyumbang sekitar US$15 juta.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Riau, Asep Riyadi, menyampaikan bahwa secara umum neraca perdagangan masih berada di zona surplus meskipun nilainya lebih rendah dibandingkan tahun lalu.

“Pada Januari 2026, neraca perdagangan barang Provinsi Riau mencatat surplus sebesar US$1.219,81 juta atau sekitar US$1,22 miliar. Namun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, terjadi penurunan surplus sebesar US$175,69 juta,” ujar Asep Riyadi, Senin 2 Maret 2026.

Dari sisi ekspor, ia menjelaskan bahwa terjadi pertumbuhan yang cukup signifikan secara tahunan.

“Total nilai ekspor Riau pada Januari 2026 mencapai US$1,85 miliar atau tumbuh 23,16 persen dibandingkan Januari 2025. Untuk ekspor nonmigas, nilainya sebesar US$1,79 miliar dan mengalami kenaikan 29,06 persen,” jelasnya.

Berdasarkan komoditas, kelompok lemak dan minyak hewani maupun nabati menjadi penyumbang peningkatan terbesar. Sebaliknya, kelompok berbagai produk kimia mengalami penurunan paling dalam dibandingkan komoditas lainnya.

Terkait negara tujuan utama ekspor nonmigas, Asep memaparkan bahwa tiga negara mendominasi pangsa pasar.

“Ekspor nonmigas terbesar pada Januari 2026 ditujukan ke Tiongkok dengan nilai US$244,12 juta, kemudian India sebesar US$230,85 juta, dan Pakistan US$128,07 juta. Ketiganya menyumbang sekitar 33,75 persen dari total ekspor nonmigas,” terangnya.

Sementara itu, ekspor ke kawasan ASEAN tercatat sebesar US$288,84 juta dan ke Uni Eropa sebesar US$165,63 juta. Dari sisi sektor usaha, ekspor industri pengolahan meningkat, sedangkan sektor pertanian mengalami penurunan dibandingkan Januari 2025.

Di sisi impor, nilai barang yang masuk ke Riau mengalami lonjakan tajam dibandingkan tahun sebelumnya.

“Nilai impor Riau pada Januari 2026 tercatat sebesar US$629,07 juta atau meningkat 494,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Kenaikan tersebut sejalan dengan lonjakan impor migas yang mencapai US$47,31 juta atau naik 1.537,80 persen, serta impor nonmigas sebesar US$581,76 juta atau tumbuh 465,68 persen,” kata Asep Riyadi.

Lonjakan impor terutama terjadi pada komoditas pesawat terbang dan komponennya. Negara pemasok utama impor nonmigas berasal dari Prancis, Tiongkok, dan Kanada, dengan kontribusi terbesar berasal dari Prancis.

Secara nasional, neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 juga masih mencatat surplus sebesar US$1,22 miliar, yang berasal dari surplus sektor nonmigas sekitar US$1,20 miliar dan migas sekitar US$15 juta.


Rekomendasi Berita