Ma’nene, Cara Orang Toraja Mengenang Leluhurnya

  • 06 Okt 2026 12:15 WIB
  •  Pekanbaru
Poin Utama
  • Ma’nene, Cara Orang Toraja Mengenang Leluhurnya

RRI.CO.ID, Pekanbaru – Ma’nene merupakan salah satu prosesi adat masyarakat Toraja yang dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur. Tradisi ini menjadi salah satu cara masyarakat Toraja mengenang dan tetap menjaga hubungan dengan anggota keluarga yang telah meninggal dunia.

Dikutip dari Indonesiakaya.com, dalam pelaksanaannya, keluarga akan merawat kembali jasad leluhur dengan membersihkan dan mengganti pakaian atau kain yang dikenakan. Prosesi Ma’nene dilakukan dengan mengeluarkan jasad leluhur dari tempat penyimpanannya yang dikenal dengan sebutan Patane.

Patane merupakan tempat pemakaman keluarga masyarakat Toraja yang berbentuk seperti rumah. Jasad yang berada di dalamnya kemudian dibersihkan dan dirapikan oleh anggota keluarga. Setelah proses pembersihan selesai, pakaian atau kain yang dikenakan jasad diganti dengan pakaian yang baru.

Tradisi tersebut tidak hanya dilakukan sebagai bentuk perawatan terhadap jasad, tetapi juga menjadi kesempatan bagi keluarga untuk berkumpul dan mengenang para leluhur. Dalam pelaksanaannya, anggota keluarga yang berada di perantauan biasanya turut kembali ke kampung halaman. Kebersamaan tersebut membuat Ma’nene menjadi salah satu tradisi yang mempererat hubungan antaranggota keluarga sekaligus menjaga ikatan kekeluargaan.

Dalam prosesi Ma’nene, keluarga juga mengikuti rangkaian kegiatan adat dan doa yang dipimpin oleh tokoh atau tetua adat. Setelah jasad dibersihkan dan dikenakan pakaian baru, jasad tersebut kemudian dikembalikan ke tempat penyimpanannya. Rangkaian kegiatan selanjutnya dapat dilanjutkan dengan berkumpul bersama keluarga di rumah adat sebagai bagian dari penghormatan kepada leluhur.

Ma’nene menunjukkan bagaimana masyarakat Toraja memiliki cara tersendiri dalam mengenang dan menghormati anggota keluarga yang telah meninggal dunia. Tradisi ini tidak hanya berkaitan dengan jasad para leluhur, tetapi juga menggambarkan kuatnya nilai kekeluargaan dan penghormatan terhadap orang-orang yang telah mendahului mereka. Hingga kini, Ma’nene tetap menjadi salah satu tradisi budaya yang memperlihatkan kekayaan adat masyarakat Toraja. ( Maria Ulfa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....