Calung atau Goncang Kaleng, Permainan Rakyat Inhil yang Mulai Terlupakan
- 15 Sep 2026 20:53 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau memiliki beragam permainan tradisional yang tumbuh di tengah kehidupan masyarakat, salah satunya Calung atau Goncang Kaleng. Permainan ini merupakan permainan anak-anak yang dilakukan secara berkelompok dengan memanfaatkan sebuah kaleng sebagai bagian utama permainan.
Dalam dokumen Pemajuan Kebudayaan Kabupaten Indragiri Hilir, Calung tercatat sebagai permainan rakyat yang menyebar pada setiap kecamatan di Kabupaten Indragiri Hilir. Data pemerintah juga menunjukkan sekitar 70 persen masih sering dimainkan, 15 persen kurang dilaksanakan dan 15 persen sudah tidak dilaksanakan.
Dikutip dari Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir – PPID/RKPD Kabupaten Inhil, dari sisi sejarah belum ditemukan catatan resmi pemerintah yang menyebut secara pasti siapa pencipta atau kapan pertama kali permainan Calung berkembang di Indragiri Hilir. Namun, keberadaannya sebagai permainan rakyat menunjukkan bahwa Calung tumbuh dari kebiasaan anak-anak memanfaatkan benda sederhana yang ada di lingkungan sekitar sebagai sarana bermain.
Nama Goncang Kaleng berkaitan dengan penggunaan kaleng yang diguncangkan dalam permainan. Dalam pendataan Pemkab Inhil, permainan ini dijelaskan sebagai bentuk petak umpet yang menggunakan kaleng, sehingga suara kaleng menjadi bagian penting dalam jalannya permainan.
Calung biasanya dimainkan secara berkelompok, sekitar 3 sampai 10 orang atau lebih. Permainan menggunakan kaleng sebagai alat utama dan membutuhkan tempat yang cukup luas, seperti halaman rumah, tanah lapang atau lingkungan permukiman yang memungkinkan pemain bersembunyi.
Secara umum, permainan dimulai dengan menentukan seorang pemain yang bertugas menjaga kaleng, sementara pemain lainnya mencari tempat persembunyian. Ketika kaleng diguncangkan, hal itu menjadi tanda dalam permainan bahwa ada pemain yang berhasil mengelabui penjaga. Sifat permainan yang sederhana membuat Calung tidak membutuhkan perlengkapan khusus dan dapat dimainkan anak-anak pada waktu senggang, terutama ketika berkumpul bersama teman-temannya.
Pelestarian Calung membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah daerah, sekolah, keluarga dan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir telah memasukkan Calung sebagai salah satu objek permainan rakyat dalam dokumen Pemajuan Kebudayaan daerah.
Upaya mengenalkan kembali permainan tradisional juga dapat dilakukan melalui kegiatan sekolah, festival budaya, peringatan hari besar dan kegiatan permainan rakyat di tingkat desa maupun kecamatan. Dinas Pendidikan Inhil sendiri pernah menggelar kegiatan permainan tradisional di sekolah, antara lain bakiak, tarik upeh pinang, congklak, egrang batok kelapa dan permainan lainnya. Kegiatan tersebut menjadi contoh bahwa lingkungan pendidikan dapat menjadi ruang penting untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada anak-anak.
Bagi generasi muda, Calung bukan hanya permainan untuk mengisi waktu luang, tetapi juga menjadi ruang belajar tentang kebersamaan, komunikasi, ketangkasan dan sportivitas. Tantangannya adalah semakin banyak anak yang lebih akrab dengan permainan digital dibandingkan permainan yang dimainkan secara langsung bersama teman-teman. Karena itu, keberadaan Calung perlu diperkenalkan kembali dengan cara yang menarik dan sesuai dengan kehidupan anak-anak sekarang.
Dengan dukungan pemerintah daerah, sekolah, orang tua dan komunitas budaya, permainan sederhana menggunakan sebuah kaleng ini diharapkan tidak hanya tersimpan dalam dokumen kebudayaan, tetapi kembali dimainkan dan dikenal oleh generasi muda di berbagai kecamatan Kabupaten Indragiri Hilir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....