Terompah Panjang, Permainan Tradisional Sungai Rokan Mengajarkan Kekompakan

  • 08 Sep 2026 16:19 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Terompah Panjang atau yang kini lebih dikenal masyarakat sebagai permainan bakiak merupakan salah satu olahraga permainan tradisional yang telah lama dikenal di wilayah Riau. Dalam sejumlah rujukan olahraga tradisional, permainan ini disebut telah ada sejak dahulu di sepanjang perairan Sungai Rokan, baik Rokan Kiri maupun Rokan Kanan di Kabupaten Kampar, sebelum kemudian berkembang ke wilayah Rokan bagian hilir, termasuk Bagan Siapi-api dan Bengkalis. Terompah Panjang dimainkan secara berkelompok dengan menggunakan kayu panjang sebagai alas kaki bersama untuk berlomba mencapai garis akhir.

Dikutip dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar, Secara bentuk, Terompah Panjang dibuat dari kayu yang cukup ringan dan kuat, kemudian dibentuk menyerupai alas kaki panjang dan dilengkapi sejumlah selop atau pengikat kaki dari bahan karet. Jumlah selop disesuaikan dengan jumlah anggota dalam satu regu.

Dalam perlombaan, permainan umumnya dibagi menjadi regu tiga orang dan lima orang, sehingga setiap peserta harus memasukkan kaki ke bagian pengikat yang tersedia dan bergerak menggunakan satu terompah secara bersama-sama. Selain terompah, perlengkapan pertandingan dapat berupa lintasan, garis batas, bendera atau peluit sebagai tanda dimulai dan berakhirnya perlombaan.

Cara bermainnya terlihat sederhana, tetapi membutuhkan koordinasi yang tinggi. Setelah regu menempati posisi di garis start, seluruh anggota memasukkan kaki ke dalam selop pada terompah yang sama. Ketika tanda perlombaan diberikan, peserta harus melangkah secara bersamaan menuju garis akhir.

Kesalahan satu orang dapat membuat seluruh anggota kehilangan keseimbangan atau terjatuh. Karena itu, pemain biasanya harus menentukan irama langkah, saling memberi aba-aba dan menyesuaikan kecepatan. Pemenang ditentukan berdasarkan regu yang mampu menyelesaikan lintasan sesuai ketentuan perlombaan dalam waktu tercepat.

Lebih dari sekadar perlombaan, Terompah Panjang memiliki nilai sosial yang kuat. Rujukan olahraga tradisional menyebut permainan ini bertujuan antara lain mengisi waktu luang, meningkatkan kebugaran dan memupuk kerja sama atau kekompakan tim. Nilai tersebut membuat permainan ini relevan untuk dikenalkan kepada anak-anak dan remaja.

Permainan tidak membutuhkan teknologi atau peralatan yang rumit, sehingga dapat dilakukan di lapangan terbuka dengan menyesuaikan kondisi tempat. Dalam perkembangannya, Terompah Panjang juga telah digunakan dalam berbagai kegiatan olahraga tradisional dan perlombaan masyarakat di berbagai daerah.

Di tengah semakin populernya permainan digital, keberadaan Terompah Panjang menghadapi tantangan untuk tetap dikenal oleh generasi muda. Karena itu, pelestarian dapat dilakukan dengan menghadirkannya kembali dalam kegiatan sekolah, peringatan hari kemerdekaan, festival budaya, kegiatan masyarakat dan olahraga tradisional.

Bagi generasi muda Kampar, permainan ini dapat menjadi cara sederhana untuk mengenal warisan budaya daerah sekaligus belajar bekerja sama. Langkah kaki yang harus bergerak serentak menjadi gambaran bahwa kemenangan tidak hanya ditentukan oleh siapa yang paling cepat, tetapi oleh kemampuan seluruh anggota tim untuk berjalan dalam irama yang sama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....