Kenduri Adat Totau Kenegerian Kubu Jejak Sejarah Masyarakat Melayu Rokan Hilir
- 26 Agt 2026 17:45 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kenduri Adat Totau merupakan salah satu tradisi masyarakat Melayu di Kenegerian Kubu, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, yang menjadi sarana mengenang sejarah sekaligus mempererat hubungan masyarakat adat. Tradisi ini berupa kenduri atau makan bersama dan memiliki akar sejarah panjang dalam perjalanan terbentuknya Kenegerian Kubu.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam kegiatan adat pada 2022, Kenegerian Kubu disebut mulai dibuka oleh Datuk Raja Hitam, Datuk Kancil bersama masyarakat dari Rao Padang Nunang, Sumatera Barat, pada 1667. Namun, tradisi Totau tersebut kemudian tidak lagi diselenggarakan selama ratusan tahun sebelum kembali digelar pada 25 Oktober 2022 di halaman Masjid Al-Falah, Rantau Panjang Kiri.
Dikutip dari Media Center Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, dalam pelaksanaannya, Kenduri Adat Totau tidak hanya menjadi kegiatan makan bersama, tetapi juga menjadi ruang untuk mengingat kembali sejarah asal-usul masyarakat Kubu dan memperkuat nilai kebersamaan. Berdasarkan dokumentasi pemerintah daerah, rangkaian kegiatan pada 2022 diawali dengan pemotongan satu ekor sapi dan satu ekor kambing untuk keperluan makan adat bersama.
Kegiatan tersebut kemudian dilengkapi dengan seminar mengenai sejarah Kenegerian Kubu, eksistensi hukum adat dan tanah ulayat serta pandangan pemerintah daerah mengenai hukum adat. Dokumentasi kegiatan dan seminar tersebut diharapkan dapat menjadi bahan untuk dibukukan sehingga sejarah adat Kubu dapat dipahami oleh generasi penerus.
Pelaksanaan Totau melibatkan unsur penting dalam struktur masyarakat adat dan pemerintahan. Pada kegiatan 2022 lalu, hadir Kepala Suku dan pengurus Kerapatan Empat Suku Melayu Kenegerian Kubu, para Datuk, ninik mamak, lembaga adat Melayu, majelis kerapatan adat, masyarakat Kubu, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir serta Pemerintah Provinsi Riau. Bupati Rokan Hilir masa itu, Afrizal Sintong, memberikan apresiasi kepada para Datuk dan ninik mamak yang dinilai memiliki kepedulian terhadap adat istiadat Melayu. Sementara itu, Gubernur Riau saat itu, Syamsuar, menilai Totau penting untuk membangkitkan kembali ingatan masyarakat terhadap sejarah terbentuknya Kenegerian Kubu.
Dari sisi pelestarian, pemerintah memberikan perhatian terhadap keberlanjutan tradisi tersebut. Gubernur Riau saat itu berharap Kenduri Adat Totau tidak berhenti pada satu kali pelaksanaan, tetapi dapat terus diwariskan kepada anak cucu.
Pemerintah Provinsi Riau juga menyampaikan bahwa apabila LAM Kenegerian Kubu telah siap melakukan pelestarian dan pendokumentasian, tradisi Totau dapat diusulkan kepada Kementerian Pendidikan sebagai Warisan Budaya Takbenda. Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir turut meminta ninik mamak pucuk suku, lembaga adat Melayu dan majelis kerapatan adat untuk menjaga serta mempertahankan kegiatan adat tersebut.
Saat ini, berdasarkan dokumentasi resmi pemerintah yang berhasil ditemukan, pelaksanaan besar Kenduri Adat Totau yang tercatat secara jelas adalah kegiatan pada 25 Oktober 2022, setelah tradisi tersebut lama tidak digelar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan utama pelestarian Totau adalah memastikan tradisi tidak kembali terhenti dan pengetahuan tentang sejarah serta tata adatnya dapat diwariskan.
Dalam konteks ini, generasi muda memiliki peran penting, bukan hanya sebagai peserta kenduri, tetapi juga sebagai penerus pengetahuan sejarah, pendokumentasi, dan penggerak kegiatan budaya di Kenegerian Kubu. Upaya pemerintah bersama lembaga adat untuk mendokumentasikan sejarah Totau dan mendorong pengusulannya sebagai Warisan Budaya Takbenda menjadi langkah penting agar tradisi ini tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....