Tugu Titik Nol Pekanbaru, Jejak Sejarah di Tepian Siak

  • 15 Agt 2026 17:54 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Sebuah tugu kecil yang tampak sederhana di kawasan Senapelan ternyata menyimpan cerita penting tentang perjalanan Kota Pekanbaru. Inilah Tugu Titik Nol Pekanbaru, penanda yang dahulu digunakan sebagai acuan pengukuran jarak menuju sejumlah kota dan kini tercatat sebagai salah satu cagar budaya Kota Pekanbaru.

Berdasarkan sumber resmi Smart Tourism Kota Pekanbaru, informasi destinasi Tugu Titik Nol Pekanbaru, Tugu tersebut berada di kawasan Jalan menuju Pelabuhan PT Pelindo, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Senapelan. Pemerintah Kota Pekanbaru mencatat Tugu Titik Nol sebagai salah satu situs bersejarah yang ditetapkan sebagai cagar budaya melalui Keputusan Wali Kota Pekanbaru Nomor 712 Tahun 2018. Data Dinas Kebudayaan Provinsi Riau juga mencatat objek ini sebagai struktur cagar budaya sekaligus objek wisata dan monumen.

Yang membuat tugu ini menarik adalah penanda kecil yang masih dapat ditemukan di lokasi. Pada bagian depannya terdapat tulisan “Pb. 0, Pad. 313, Bkn. 65”.

Keterangan tersebut merujuk pada Pekanbaru sebagai titik nol, dengan jarak 313 kilometer menuju Padang dan 65 kilometer menuju Bangkinang. Tugu ini dahulu berfungsi sebagai titik pemandu untuk menentukan jarak Pekanbaru dengan daerah lain.

Keberadaan tugu tersebut tidak dapat dipisahkan dari sejarah Senapelan. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu kawasan awal perkembangan Pekanbaru, terutama karena aktivitas perdagangan di tepian Sungai Siak.

Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat menyebut Tugu Titik Nol sebagai bukti kesejarahan Senapelan yang pernah menjadi pusat perekonomian pada awal abad ke-20. Di sekitar kawasan itu juga terdapat sejumlah bangunan lama yang memperkuat jejak sejarah perkembangan kota.

Tugu Titik Nol juga memiliki cerita menarik mengenai pemaknaan titik nol Pekanbaru pada masa kini. Perkembangan kota kemudian menghadirkan penanda titik nol yang lebih modern di kawasan Jalan Jenderal Sudirman.

Namun, tugu lama di kawasan Senapelan tetap berada di lokasi semula dan memiliki nilai penting sebagai peninggalan sejarah. Kajian sejarah Universitas Riau mencatat bahwa tugu lama tersebut tetap berdiri sebagai bagian dari sejarah awal perkembangan Pekanbaru.

Karena itu, Tugu Titik Nol tidak sekadar dapat dilihat sebagai sebuah monumen kecil. Bagi wisatawan, tempat ini bisa menjadi pintu masuk untuk mengenal Pekanbaru dari sisi sejarah, khususnya tentang Senapelan, aktivitas perdagangan masa lalu, serta hubungan kawasan tersebut dengan Sungai Siak. Kunjungan ke lokasi ini juga dapat dipadukan dengan penelusuran berbagai peninggalan sejarah lain yang berada di kawasan Senapelan.

Mempromosikan Tugu Titik Nol sebagai destinasi wisata sejarah menjadi salah satu cara memperkenalkan bahwa Pekanbaru tidak hanya memiliki pusat bisnis dan kawasan perkotaan modern. Di balik perkembangan kota saat ini, masih terdapat jejak masa lalu yang dapat dipelajari dan dinikmati sebagai bagian dari perjalanan wisata budaya.

Dengan mempertahankan, merawat, dan memperkenalkan keberadaannya kepada generasi muda maupun wisatawan, Tugu Titik Nol dapat menjadi bagian penting dari narasi wisata sejarah Kota Pekanbaru. Sebuah tugu yang ukurannya tidak besar, tetapi menyimpan pesan besar: di kawasan Senapelan inilah salah satu jejak perjalanan Pekanbaru sebagai kota perdagangan dan pusat kehidupan masyarakat dapat ditelusuri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....