Jejak Sejarah Tugu Selais Tiga Sepadan Pekanbaru

  • 12 Agt 2026 09:17 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kota Pekanbaru memiliki sejumlah ikon yang menjadi bagian dari identitas daerah, salah satunya Tugu Selais Tiga Sepadan. Monumen yang berada di Jalan Jenderal Sudirman ini menampilkan tiga ekor ikan selais dalam posisi seolah saling berpelukan.

Dikutip dari Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, keberadaan tugu tersebut tidak hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga menyimpan pesan budaya mengenai kehidupan masyarakat Riau yang menjunjung kerukunan, kedamaian, dan kasih sayang. Tugu Selais Tiga Sepadan dibangun pada masa kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru Herman Abdullah dan diresmikan pada 14 Juli 2011.

Lokasinya berada di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, tepat di sekitar kantor Wali Kota Pekanbaru lama dan kawasan ruang terbuka hijau Taman Kaca Mayang. Sejak dibangun, tugu tersebut berkembang menjadi salah satu landmark yang mudah dikenali masyarakat ketika memasuki atau melintasi pusat Kota Pekanbaru.

Pemilihan ikan selais sebagai bentuk utama monumen memiliki alasan yang kuat. Selais (Kryptopterus lais) merupakan salah satu fauna khas Provinsi Riau yang hidup di sejumlah perairan tawar, termasuk sungai dan danau. Ikan ini juga telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Riau, baik sebagai sumber pangan maupun sebagai bahan kuliner tradisional. Karena itu, penggambaran ikan selais dalam sebuah monumen menjadi bentuk penghargaan terhadap kekayaan alam sekaligus identitas daerah. Keunikan Tugu Selais terletak pada bentuk tiga ekor ikan yang dibuat dinamis dan tampak saling bersentuhan atau berpelukan.

Filosofi tersebut menggambarkan karakter masyarakat Melayu Riau yang hidup dalam kerukunan dan kedamaian serta menjunjung kasih sayang dalam hubungan sosial. Dengan demikian, angka tiga pada tugu bukan sekadar unsur artistik, melainkan menjadi bagian dari pesan tentang kebersamaan dan kehidupan masyarakat yang harmonis. Selain bentuk ikan, elemen air yang menjadi bagian dari tugu juga memiliki makna filosofis.

Air yang bergelombang dapat dimaknai sebagai gambaran perjalanan kehidupan yang tidak selalu tenang. Dalam kehidupan bermasyarakat selalu terdapat tantangan, persoalan, dan berbagai ujian yang harus dihadapi bersama. Filosofi tersebut memperkuat pesan bahwa persatuan dan kasih sayang menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai perubahan dan tantangan kehidupan.

Perjalanan Tugu Selais juga pernah mengalami tantangan. Pada 23 Februari 2023, bagian tugu mengalami kerusakan hingga menyebabkan tiga bentuk ikan tersebut patah dan nyaris tumbang. Pemerintah kemudian melakukan perbaikan. Media Center Pemerintah Provinsi Riau melaporkan bahwa kerusakan tersebut berkaitan dengan korosi atau karat pada bagian penyangga, sementara perbaikan selesai sekitar awal April 2023.

Setelah diperbaiki, Tugu Selais kembali berdiri dan mempertahankan posisinya sebagai salah satu ikon Kota Pekanbaru. Kini, Tugu Selais Tiga Sepadan dapat dipandang bukan hanya sebagai sebuah bangunan penghias kota, tetapi sebagai bagian dari perjalanan sejarah dan identitas budaya Pekanbaru.

Bentuk ikan selais mengingatkan masyarakat terhadap kekayaan alam Riau, sedangkan tiga ikan yang saling berpelukan menyampaikan pesan tentang kerukunan dan kehidupan yang harmonis. Karena itu, keberadaan tugu ini penting untuk terus dirawat dan dikenalkan kepada generasi muda agar nilai budaya yang terkandung di dalamnya tidak sekadar menjadi hiasan kota, tetapi tetap dipahami sebagai warisan budaya masyarakat Riau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....