Serindit Melayu, Burung Ikonik yang Menjadi Fauna Identitas Riau
- 07 Agt 2026 10:21 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Tidak hanya memiliki kekayaan budaya dan tradisi, Provinsi Riau juga mempunyai fauna identitas yang sarat makna, yaitu Burung Serindit Melayu (Loriculus galgulus). Burung berukuran kecil dengan bulu hijau cerah ini telah lama menjadi simbol kearifan, keindahan, dan jati diri masyarakat Melayu yang hidup berdampingan dengan alam.
Menurut laman Balai Konservasi Sumber Daya Alam Riau, Penetapan Serindit Melayu sebagai fauna identitas Riau bukan tanpa alasan. Burung ini memiliki kedekatan dengan kehidupan masyarakat Melayu dan kerap hadir dalam berbagai cerita rakyat, petuah, hingga karya sastra lisan. Dalam budaya Melayu, Serindit melambangkan kebijaksanaan dalam bertindak, kesetiaan, keberanian, kerendahan hati, serta keindahan budi pekerti. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari filosofi hidup masyarakat Melayu yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Selain memiliki nilai budaya, Serindit Melayu juga dikenal sebagai salah satu jenis burung paruh bengkok berukuran kecil yang hidup di kawasan hutan dataran rendah, hutan sekunder, hingga perkebunan yang masih memiliki pepohonan. Makanan utamanya berupa nektar bunga, buah-buahan, biji-bijian, dan pucuk tanaman. Keberadaannya turut berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem, termasuk membantu proses penyerbukan dan penyebaran biji tanaman.
Dari sisi konservasi, populasi Serindit Melayu di alam liar secara global belum diketahui secara pasti. Namun, BirdLife International memperkirakan jumlah individunya mencapai lebih dari 10.000 burung dewasa dengan tren populasi yang relatif stabil. Berdasarkan penilaian International Union for Conservation of Nature (IUCN), Serindit Melayu berstatus Least Concern (LC) atau berisiko rendah terhadap kepunahan. Meski demikian, perdagangan internasional burung ini tetap diawasi karena telah masuk dalam Appendix II Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES). Artinya, pemanfaatan dan perdagangannya harus dilakukan secara terkendali agar tidak mengancam kelestarian populasi di alam.
Meski belum termasuk satwa yang dilindungi secara nasional, berbagai pihak mengingatkan pentingnya menjaga habitat Serindit Melayu. Alih fungsi hutan, penangkapan liar, serta perdagangan satwa tanpa pengawasan dapat menjadi ancaman bagi keberlangsungan spesies ini apabila tidak diantisipasi sejak dini. Upaya pelestarian habitat dan peningkatan kesadaran masyarakat menjadi langkah penting agar burung yang menjadi identitas Riau ini tetap dapat dijumpai oleh generasi mendatang.
Sebagai fauna identitas daerah, Serindit Melayu bukan sekadar burung dengan warna bulu yang indah. Ia merupakan simbol hubungan harmonis antara manusia, budaya, dan alam. Melestarikan Serindit Melayu berarti ikut menjaga kekayaan hayati sekaligus merawat warisan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Riau
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....