Rayakan 21 Tahun Berkarya, Sanggar Kletah Budak Angkat Cerita Dedap Durhaka

  • 19 Jul 2026 20:54 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru – Program Obrolan Komunitas kembali hadir dengan mengangkat tema "Mengupas Proses Kreatif dan Semangat Berkarya Bersama Sanggar Kletah Budak." Program ini disiarkan secara langsung pada Minggu 19 Juli 2026 pukul 09.00 WIB melalui RRI Pro 4 Pekanbaru 95,5 FM dan kanal YouTube Pro 4 Pekanbaru.

Dialog tersebut menghadirkan Sutradara sekaligus Pimpinan Sanggar Kletah Budak (SKB), Rina NE, bersama dua aktor muda, Kalika Mayrisha dan Clara Nuranisa. Ketiganya berbagi cerita mengenai proses kreatif di balik setiap pementasan, perjalanan berkesenian, serta upaya menumbuhkan semangat berkarya di kalangan generasi muda melalui seni pertunjukan.

Momentum siaran ini juga bertepatan dengan peringatan hari jadi Sanggar Kletah Budak yang ke-21. Tepat pada 17 Juli 2026, komunitas teater anak yang dikenal sebagai satu-satunya di Provinsi Riau tersebut genap memasuki usia dua dekade lebih. Selama 21 tahun berkarya, SKB telah memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan seni pertunjukan di Negeri Lancang Kuning melalui berbagai pementasan, pembinaan aktor cilik, hingga pelestarian cerita rakyat Melayu.

"Selama 21 tahun, Sanggar Kletah Budak terus membuktikan bahwa seni pertunjukan bukan sekadar hiburan, tetapi juga media pendidikan karakter dan pelestarian budaya bagi generasi muda," ujar Rina NE.

Sebagai bagian dari rangkaian perayaan hari jadi, SKB akan menggelar pementasan mandiri Operet Anak "Dedap Durhaka" pada 24–25 Juli 2026 di Anjung Seni Idrus Tintin, Pekanbaru. Selain pertunjukan, berbagai kegiatan turut diselenggarakan, di antaranya lomba mewarnai bagi anak-anak tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah dasar (SD) se-Kota Pekanbaru. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya SKB menumbuhkan kecintaan anak terhadap seni dan budaya sejak usia dini.

Rina menjelaskan, operet tahun ini mengangkat Legenda Dedap Durhaka yang berasal dari Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Legenda tersebut dipilih karena mengandung nilai moral dan pesan kehidupan yang tetap relevan bagi generasi masa kini. Cerita rakyat tersebut kemudian diadaptasi menjadi naskah drama dan dikemas dalam bentuk operet melalui perpaduan seni peran, musik, tari, serta tata artistik panggung.

"Operet 'Dedap Durhaka' kami hadirkan sebagai cara mengenalkan kembali legenda rakyat Riau kepada anak-anak dan masyarakat melalui pertunjukan yang menarik, sehingga pesan moral di dalamnya dapat dilihat, dirasakan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya," kata Rina.

Melalui program Obrolan Komunitas, masyarakat diajak melihat lebih dekat bagaimana sebuah legenda daerah dapat dihidupkan kembali melalui seni pertunjukan. Program ini juga menjadi ruang untuk memahami tantangan, dedikasi, dan semangat para pelaku seni dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal.

Dengan mengangkat tema-tema budaya dan kreativitas, RRI Pro 4 Pekanbaru berharap program ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat untuk semakin mencintai seni, budaya, serta mendukung karya-karya kreatif yang lahir dari generasi muda Riau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....