Menyemah Laut Warisan Adat Nelayan Rokan Hilir yang Menjaga Harmoni dengan Alam

  • 08 Jul 2026 16:10 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Tradisi Menyemah Laut merupakan salah satu upacara adat masyarakat pesisir di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, yang diwariskan secara turun-temurun oleh para nelayan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus ikhtiar memohon keselamatan saat melaut. Tradisi ini juga diyakini sebagai upaya membersihkan laut dari berbagai gangguan gaib yang dipercaya dapat menghambat aktivitas para nelayan serta memohon agar hasil tangkapan ikan semakin melimpah.

Hingga kini, Menyemah Laut masih menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat pesisir Rokan Hilir yang memiliki kehidupan yang sangat bergantung pada kekayaan laut. Dikutip dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hilir, secara historis, Menyemah Laut telah berlangsung sejak masyarakat Melayu Rokan Hilir mulai menetap dan menggantungkan mata pencaharian sebagai nelayan di kawasan pesisir Selat Malaka.

Pada masa lalu, para nelayan mempercayai bahwa laut bukan sekadar ruang mencari nafkah, tetapi juga memiliki kekuatan alam yang harus dihormati. Setelah perkembangan ajaran Islam di wilayah Riau, unsur-unsur adat tersebut mengalami penyesuaian sehingga pelaksanaan tradisi lebih banyak diisi dengan doa bersama, pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, selawat, dan ungkapan syukur kepada Allah SWT, sementara nilai-nilai yang bertentangan dengan ajaran agama mulai ditinggalkan. Perpaduan antara adat Melayu dan nilai-nilai Islam inilah yang membuat Menyemah Laut tetap lestari hingga sekarang.

Menyemah Laut mengandung berbagai nilai budaya yang sangat penting bagi masyarakat. Tradisi ini mengajarkan rasa syukur atas nikmat rezeki dari laut, mempererat semangat gotong royong antarwarga, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir.

Selain itu, upacara ini menjadi momentum memperkuat silaturahmi antara nelayan, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat luas. Nilai kebersamaan, penghormatan terhadap alam sebagai ciptaan Tuhan, serta tanggung jawab menjaga ekosistem laut menjadi pesan utama yang diwariskan kepada generasi muda melalui tradisi ini.

Pelaksanaan Menyemah Laut saat ini umumnya diawali dengan musyawarah masyarakat nelayan untuk menentukan waktu pelaksanaan. Rangkaian kegiatan meliputi doa bersama, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, prosesi adat yang dipimpin pemuka adat, kemudian dilanjutkan dengan pelepasan simbol-simbol adat ke laut sebagai lambang harapan akan keselamatan dan keberkahan rezeki.

Di beberapa daerah pesisir Rokan Hilir, tradisi ini juga diramaikan dengan pertunjukan seni budaya Melayu, kenduri masyarakat, serta kegiatan sosial yang melibatkan berbagai kalangan. Selain sebagai upacara adat, Menyemah Laut kini mulai dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya yang memperkenalkan kekayaan tradisi masyarakat pesisir Riau.

Pelestarian Menyemah Laut tidak terlepas dari peran aktif masyarakat adat, kelompok nelayan, tokoh agama, dan pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melalui dinas yang membidangi kebudayaan dan pariwisata terus mendorong dokumentasi, pembinaan komunitas budaya, serta penyelenggaraan festival budaya agar tradisi ini tetap dikenal oleh generasi muda.

Dukungan pemerintah Provinsi Riau melalui program pelestarian budaya daerah juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi tersebut. Dengan sinergi antara masyarakat dan pemerintah, Menyemah Laut diharapkan terus menjadi warisan budaya yang memperkuat identitas masyarakat Melayu pesisir sekaligus menjadi sarana edukasi tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, budaya, dan lingkungan laut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....