Lukah Gilo Warisan Magis Masyarakat Bonai yang Terus Dijaga

  • 18 Jun 2026 16:13 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Di tengah derasnya arus modernisasi, masyarakat Kabupaten Rokan Hulu, Riau, masih mempertahankan berbagai tradisi warisan leluhur, salah satunya adalah permainan rakyat Lukah Gilo. Kesenian tradisional yang berkembang di tengah masyarakat Suku Bonai ini dikenal karena menampilkan sebuah lukah atau alat penangkap ikan dari anyaman bambu yang dapat bergerak lincah dan sulit dikendalikan oleh para pemainnya.

Pertunjukan yang sarat unsur budaya tersebut kini menjadi salah satu identitas seni tradisi masyarakat Rokan Hulu yang kerap ditampilkan dalam berbagai festival budaya dan kegiatan pariwisata daerah. Dikutip dari Dinas Pariwisata Kabupaten Rokan Hulu, secara historis, Lukah Gilo berakar dari kehidupan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sungai dan hasil perikanan.

Lukah yang semula digunakan sebagai alat menangkap ikan kemudian berkembang menjadi media pertunjukan rakyat yang dipadukan dengan unsur ritual dan doa-doa adat. Tradisi ini diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Bonai di wilayah Kecamatan Kepenuhan dan sekitarnya. Dalam pelaksanaannya, seorang pawang memimpin pertunjukan dengan membacakan mantra dan menggunakan mayang pinang sebagai bagian dari prosesi, sementara beberapa pemain bertugas memegang lukah yang diyakini bergerak mengikuti irama dan sugesti ritual.

Bagi masyarakat Rokan Hulu, Lukah Gilo bukan sekadar hiburan, melainkan sarana pelestarian nilai budaya dan penguat identitas komunitas. Tradisi ini mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, penghormatan terhadap leluhur, serta kepercayaan terhadap hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Selain itu, pertunjukan Lukah Gilo mengajarkan pentingnya kerja sama antarpemain karena diperlukan kekompakan dan koordinasi untuk mengendalikan gerakan lukah. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat Bonai yang masih memegang teguh adat istiadat.

Keberadaan Lukah Gilo hingga kini memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Rokan Hulu, khususnya sebagai media edukasi budaya dan daya tarik wisata. Pemerintah daerah melalui berbagai agenda kebudayaan rutin menghadirkan pertunjukan Lukah Gilo untuk memperkenalkan kekayaan tradisi lokal kepada masyarakat luas.

Meski demikian, tradisi ini menghadapi tantangan akibat perubahan gaya hidup, perkembangan teknologi, serta berkurangnya jumlah pelaku seni tradisional. Karena itu, upaya pelestarian terus dilakukan melalui pembinaan sanggar seni, pendokumentasian tradisi, serta promosi budaya berbasis digital.

Keterlibatan generasi muda menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan Lukah Gilo di masa depan. Sejumlah komunitas seni dan sanggar budaya di Rokan Hulu mulai melibatkan pelajar dan pemuda dalam pelatihan, pementasan, hingga festival budaya daerah.

Dukungan keluarga, tokoh adat, dan pemerintah diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap warisan budaya daerahnya sendiri. Dengan kolaborasi lintas generasi, Lukah Gilo diharapkan tidak hanya bertahan sebagai pertunjukan tradisional, tetapi juga berkembang sebagai simbol identitas budaya Kabupaten Rokan Hulu yang tetap relevan di era modern.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....