Suki, Permainan Tradisional Suku Sakai Menunggu Kelahiran

  • 06 Mei 2026 06:30 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Di pedalaman Pulau Rangsang, tepatnya di Desa Sokap, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Bengkalis, ada satu kebiasaan unik yang mungkin jarang terdengar. Saat seorang ibu hamil mendekati waktu persalinan, ia tidak selalu memilih untuk beristirahat atau tidur, justru ada momen-momen di mana ia tetap terjaga ditemani sebuah permainan sederhana bernama Suki.

Dikutip dari Budaya-Indonesia.org – Permainan Tradisional Suku Sakai di Pulau Rangsang, MisterPangalayo.com – Nilai sosial permainan tradisional. permainan ini bukan sekadar hiburan. Ia menjadi cara untuk mengisi waktu, menjaga kewaspadaan, sekaligus menghadirkan rasa tenang di tengah penantian yang penuh harap.

Suki dimainkan menggunakan kartu atau kepingan akrilik bernomor, mulai dari 0-0 hingga 6-6. Secara sekilas, permainan ini mirip dengan domino. Cara bermainnya pun sederhana menyusun angka yang sama atau berpasangan, dilakukan bersama beberapa orang.

Suki bukan sekadar permainan angka. Ia hadir dalam ruang-ruang kebersamaan di rumah panggung, di beranda, atau di ruang keluarga di mana ibu-ibu hamil duduk bersama, saling bercerita, sambil memainkan kartu satu per satu. Di sanalah suasana hangat tercipta.

Ada alasan mengapa permainan ini dimainkan saat menunggu waktu melahirkan. Di beberapa komunitas tradisional, ibu hamil yang sudah mendekati waktu persalinan sering dijaga agar tidak tertidur terlalu lama. Bukan tanpa sebab ini bagian dari bentuk kewaspadaan, agar tanda-tanda persalinan bisa segera disadari.

Suki kemudian menjadi solusi sederhana. Daripada hanya duduk menunggu dalam kecemasan, permainan ini membantu mengalihkan pikiran. Tangan bergerak, mata fokus, tapi hati tetap ringan. Dan yang paling penting ibu tidak sendirian.

Kalau kita lihat lebih dalam, Suki sebenarnya menyimpan nilai sosial yang kuat. Permainan ini Menghadirkan kebersamaan, Mengurangi rasa cemas menjelang persalinan, Menjadi ruang berbagi cerita dan pengalaman, Membantu menjaga kondisi mental tetap stabil

Hal ini sejalan dengan nilai permainan tradisional pada umumnya yang bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dan kebersamaan dalam masyarakat . Di tengah keterbatasan fasilitas, masyarakat menemukan cara sederhana untuk saling menjaga melalui permainan.

Kalau dipikir-pikir, di zaman sekarang saat kita menunggu sesuatu kita cenderung sibuk dengan layar. Tapi di Desa Sokap, mereka memilih cara yang berbeda. Mereka duduk bersama, mereka bermain, mereka berbagi cerita, dan dari situ, lahir ketenangan. Suki bukan hanya permainan. Ia adalah cara masyarakat menjaga rasa agar tetap hangat, tetap terhubung, dan tetap kuat menghadapi momen besar dalam hidup.

Di tengah arus modernisasi, permainan seperti Suki mungkin perlahan mulai jarang terlihat. Sama seperti banyak permainan tradisional lain di Bengkalis yang kini mulai berkurang keberadaannya, padahal memiliki nilai budaya dan edukasi yang tinggi .

Padahal, dari permainan sederhana inilah kita belajar Bahwa kebersamaan bisa jadi obat. Bahwa menunggu tidak harus gelisah. Dan bahwa tradisi seringkali menyimpan cara-cara bijak yang tidak kita sadari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....