Tradisi Berkunjung saat Lebaran Mempererat Silaturahmi Keluarga
- 17 Mar 2026 09:25 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Hari raya Idul fitri menjadi momen yang sangat dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan, masyarakat merayakan kemenangan dengan berbagai tradisi, salah satunya adalah berkunjung atau bersilaturahmi ke rumah keluarga, kerabat, dan tetangga.
Tradisi berkunjung saat Lebaran sudah berlangsung turun-temurun dan menjadi bagian penting dari budaya masyarakat Indonesia. Pada hari pertama hingga beberapa hari setelah Idulfitri, masyarakat biasanya mendatangi rumah orang tua, saudara, serta kerabat dekat untuk saling bermaafan dan mempererat hubungan kekeluargaan.
Menurut ajaran Islam, silaturahmi memiliki nilai yang sangat penting. Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk menjaga hubungan baik dengan sesama. Hal ini sejalan dengan semangat Idulfitri yang identik dengan saling memaafkan kesalahan dan memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang.
Selain menjadi sarana saling memaafkan, tradisi berkunjung juga menjadi kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga besar yang mungkin jarang bertemu karena kesibukan sehari-hari. Di banyak daerah, tradisi ini sering diawali dengan mengunjungi orang tua atau keluarga yang lebih tua sebagai bentuk penghormatan.
Saat berkunjung, tuan rumah biasanya menyajikan berbagai hidangan khas Lebaran seperti ketupat, opor ayam, rendang, serta aneka kue kering. Suasana hangat dan penuh keakraban pun terasa ketika tamu dan tuan rumah saling berbincang, berbagi cerita, dan menikmati hidangan bersama.
Peneliti budaya dari Badan Riset dan Inovasi Nasional menyebutkan bahwa tradisi silaturahmi saat Lebaran memiliki fungsi sosial yang kuat. Tradisi ini membantu menjaga hubungan kekeluargaan, memperkuat solidaritas masyarakat, serta menjadi sarana memperkenalkan nilai-nilai kebersamaan kepada generasi muda.
Meski perkembangan teknologi membuat komunikasi menjadi lebih mudah melalui pesan singkat atau media sosial, banyak masyarakat tetap mempertahankan kebiasaan berkunjung secara langsung. Kehadiran fisik dinilai mampu menghadirkan kehangatan emosional yang tidak dapat tergantikan oleh komunikasi digital.
Dengan demikian, tradisi berkunjung saat Idulfitri tidak hanya sekadar kegiatan sosial, tetapi juga menjadi simbol persatuan, kebersamaan, dan nilai luhur dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....