Semarak 17 Agustus di Berbagai Daerah Indonesia

  • 16 Agt 2026 11:12 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia selalu disambut hangat dengan gelora nasionalisme di seluruh penjuru Nusantara. Keberagaman budaya Indonesia terpancar nyata lewat berbagai tradisi unik saban 17 Agustus yang dihimpun dari portal informasi resmi pemerintah dan liputan media internasional:

  • Aceh (Pacu Kude): Pacu Kude merupakan tradisi balap kuda yang digelar sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan. Para joki muda memacu kuda tanpa menggunakan pelana, menunjukkan keberanian, ketangkasan, dan semangat pantang menyerah. Tradisi ini bukan sekadar perlombaan. Pacu Kude juga menjadi bagian dari cara masyarakat Aceh merayakan kemerdekaan sekaligus melestarikan budaya daerah. (Sumber: Indonesia.travel).

  • Sumatra Selatan (Telok Abang): Telok Abang merupakan mainan tradisional khas Palembang yang dibuat dari gabus dan biasanya berbentuk kapal, pesawat, atau kendaraan. Di bagian atasnya terdapat telur rebus yang diberi warna merah. Telok Abang tidak hanya menjadi mainan atau hiasan. Kehadirannya telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Palembang dalam menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia. Bentuk dan warna yang khas membuat Telok Abang mudah dikenali dan selalu menarik perhatian, terutama saat dijajakan di berbagai sudut kota menjelang 17 Agustus. Tradisi ini menjadi salah satu contoh bagaimana semangat kemerdekaan dapat berpadu dengan kreativitas dan budaya lokal. Dari Palembang, warna merah putih hadir bukan hanya dalam bendera, tetapi juga melalui warisan tradisi yang terus dijaga. (Sumber: Kementerian Pariwisata RI).

  • Jawa Tengah (Obor Estafet Semarang): Semangat kemerdekaan di Semarang, Jawa Tengah, hadir melalui tradisi Obor Estafet. Kegiatan ini biasanya digelar dengan membawa obor yang dinyalakan dan diserahkan secara bergantian dari satu peserta kepada peserta lainnya. Bukan sekadar perlombaan, obor yang terus berpindah menjadi simbol semangat perjuangan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Api yang tetap menyala seolah mengingatkan bahwa semangat para pahlawan tidak boleh padam. Generasi muda pun diajak untuk meneruskan nilai keberanian, persatuan, dan gotong royong dalam mengisi kemerdekaan. Melalui Obor Estafet, perayaan 17 Agustus tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya menjaga semangat kemerdekaan agar terus menyala. (Sumber: Indonesia.go.id).

  • Nusa Tenggara Barat (Peresean Sasak): Dua petarung (pepadu) Suku Sasak saling beradu ketangkasan menggunakan perisai kulit kerbau dan senjata rotan. Pertunjukan seni bela diri tradisional ini bertujuan melatih jiwa ksatria serta mempererat tali persaudaraan (Sumber: BBC).

  • Jawa & Yogyakarta (Tirakatan / Barikan): Tradisi kumpul warga pada malam 16 Agustus untuk berdoa bersama, memotong tumpeng, serta mengenang jasa para pahlawan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat kemerdekaan (Sumber: Kemdikbud.go.id).

Ragam kebudayaan dan pesta rakyat di berbagai pelosok daerah ini menegaskan bahwa perayaan Proklamasi bukan sekadar agenda tahunan. Kemeriahan tradisi lokal ini menjadi bukti nyata kekayaan identitas kebangsaan, merawat keberagaman, serta memperkokoh tali persatuan seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....