Dari Siak ke Final MTQ Nasional 2026, Perjalanan Afif Menjaga Lantunan Al-Qur’an

  • 19 Sep 2026 13:47 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Di antara para finalis yang tampil pada MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang, Jawa Tengah, ada Afif Muhammad Thoifur. Usianya masih belia. Siswa kelas VI MI Assidiqiyah Siak, Riau, itu berhasil menembus babak final Cabang Tartil Al-Qur’an Putra.

Perjalanan menuju panggung nasional itu bermula jauh dari arena perlombaan. Di rumahnya di Kabupaten Siak, Afif kecil dikenal gemar bersenandung. Bahkan sebelum memasuki taman kanak-kanak, ia sudah mampu membaca Al-Qur’an. Dari sanalah ketertarikannya pada seni membaca Al-Qur’an perlahan tumbuh dan terus diasah.

Di luar Al-Qur’an, Afif tetaplah anak seusianya. Ia senang berkreasi dengan karton, menyusun potongan demi potongan menjadi miniatur masjid hingga mobil-mobilan. Namun, ada satu kegemaran yang terus menyertainya hingga kini: melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an.

Kegemaran itulah yang kemudian membawanya menempuh perjalanan dari Siak menuju Semarang dan berdiri sebagai salah satu finalis MTQ Nasional XXXI.

Bagi ayahnya, Syafi’i, capaian anak kelima dari enam bersaudara itu terasa lebih besar daripada sekadar hasil perlombaan. Ada perjalanan panjang di belakangnya, tentang bagaimana kecintaan kepada Al-Qur’an dikenalkan sejak kecil, dirawat di rumah, lalu tumbuh bersama usia Afif.

“Bangga dan terharu melihat Afif bisa sampai ke babak final. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi Afif dan keluarga. Semoga apa yang sudah dilaluinya menjadi motivasi untuk terus belajar dan mencintai Al-Qur’an,” ujar Syafi’i.

Perjalanan itu juga tidak ditempuh Afif seorang diri. Syafi’i menyebut ada tangan para pelatih dan pendamping yang sabar menemani putranya berlatih hingga tampil di panggung nasional.

Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Ustadz Yuhendri Tarmizi dan Ustadz Indra Gunawan yang selama rangkaian MTQ Nasional XXXI terus memberikan bimbingan dan motivasi kepada Afif.

“Sebagai orang tua, kami sangat menghargai semua dukungan yang diberikan. Semoga segala kebaikan dan pengorbanan yang diberikan mendapat balasan dari Allah SWT,” ungkapnya.

Kini, senandung yang dahulu hanya terdengar di rumah keluarga Syafi’i dan Etiana telah membawanya hingga ke panggung MTQ Nasional.

Bagi Afif, final di Semarang mungkin menjadi salah satu panggung terbesar yang pernah ia datangi pada usianya yang masih belia. Namun, perjalanannya bersama Al-Qur’an masih panjang.

Dari Siak, ia membawa suara yang dibesarkan keluarga, diasah para guru dan pelatih, lalu diperdengarkan di panggung nasional.

Dari seorang anak yang gemar membuat miniatur masjid dari potongan karton, Afif kini sedang membangun sesuatu yang jauh lebih besar yaitu perjalanannya sendiri bersama Al-Qur’an.

Rizki Arya Dinata, Suara Qurani dari Meranti yang Menembus Final MTQ Nasional 2026

Dari Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, perjalanan Rizki Arya Dinata membawanya hingga ke panggung MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah. Jumat (18/9/2026), siswa kelas IX MTs Negeri 1 Kepulauan Meranti itu berdiri di antara para qari muda terbaik dari berbagai penjuru Indonesia pada babak final Tilawah Al-Qur’an Golongan Anak.

Di hadapan dewan hakim, Rizki kembali melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Suara yang selama ini diasah melalui latihan demi latihan itu kini membawanya mewakili Provinsi Riau di salah satu panggung tilawah terbesar di Tanah Air.

Bagi Rizki, sampai ke babak final MTQ Nasional menjadi pengalaman yang jauh lebih besar daripada sekadar mengejar hasil perlombaan. Di Semarang, ia bertemu dengan peserta-peserta terbaik dari berbagai provinsi, menyaksikan kemampuan mereka, sekaligus menguji hasil belajarnya sendiri.

“Saya bersyukur bisa sampai ke babak final MTQ Nasional. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Saya ingin memberikan penampilan terbaik dan terus belajar agar bisa menjadi lebih baik lagi dalam membaca Al-Qur’an,” ungkap Rizki.

Berada di antara para qari muda terbaik justru membuat semangatnya bertambah. Ia menyadari masih banyak hal yang harus dipelajari dan diasah selepas MTQ Nasional.

Menjelang penampilannya di babak final, Rizki pun menitipkan satu permintaan sederhana.

“Saya mohon doa dari orang tua, guru, teman-teman, dan masyarakat Riau. Semoga saya bisa tampil dengan baik dan tetap percaya diri,” tuturnya.

Di balik langkah Rizki menuju panggung nasional, ada keluarga yang setia membersamai. Putra M. Sartono yang tumbuh di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, itu mendapat dukungan penuh dari orang tuanya untuk terus belajar dan mendalami Al-Qur’an.

Bagi M. Sartono, keberhasilan sang anak mencapai final MTQ Nasional menjadi kebanggaan tersendiri. Namun, ia tak ingin Rizki berhenti pada capaian itu.

“Sebagai orang tua, kami tentu sangat bangga dan bersyukur Rizki bisa sampai ke babak final MTQ Nasional. Bagi kami, ini bukan hanya soal hasil perlombaan, tetapi tentang proses dan perjuangan yang sudah dilaluinya,” ujar Sartono.

Pesan yang selalu ia titipkan kepada Rizki pun sederhana: tetap rendah hati dan jangan berhenti belajar.

“Kami selalu mengingatkan Rizki agar tetap rendah hati, jangan cepat puas, dan terus mencintai Al-Qur’an. Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal untuk perjalanan Rizki ke depan,” tambahnya.

Perjalanan dari Selatpanjang hingga Semarang itu memang tidak ditempuh dalam sehari. Ada latihan yang berulang, bimbingan para guru, dukungan keluarga, serta keberanian seorang siswa madrasah untuk terus mengasah suaranya.

Kini, panggung final MTQ Nasional 2026 menjadi salah satu persinggahan penting dalam perjalanan Rizki bersama Al-Qur’an. Apa pun hasil yang dibawanya pulang ke Kepulauan Meranti, satu hal telah ia buktikan: dari sebuah madrasah di ujung Riau, suara Qurani seorang anak dapat tumbuh, melangkah jauh, dan terdengar di panggung nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....