Pulang ke Riau, Rizqy Aditiya Bawa Cerita Haru dari Istana Negara

  • 23 Agt 2026 05:51 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru — Setelah menuntaskan tugas sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, Rizqy Aditiya, siswa Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Siak, kembali ke Provinsi Riau, Sabtu 22 Agustus 2026.

Rizqy meninggalkan Provinsi Riau untuk mengikuti rangkaian pemusatan latihan dan pembinaan Paskibraka Nasional selama kurang lebih 40 hari. Kepulangannya disambut penuh kebanggaan oleh keluarga besar Kementerian Agama Provinsi Riau dan Pemerintah Provinsi Riau di Ruang VIP Lancang Kuning Bandara Sultan Syarif Kasim (SSQ) II Pekanbaru.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau diwakili Kepala Bagian Tata Usaha Rahmat Suhadi bersama Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Jisman hadir menyambut kepulangan Rizqy. Turut hadir Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau Boby Rachmat, Kepala MAN IC Siak Cholid, serta guru dan pembina Paskibra MAN IC Siak.

“Saya mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama menyampaikan apresiasi dan bangga atas prestasi Rizqy menjadi utusan Riau pada proses pengibaran Bendera Merah Putih di Istana Negara dan ini mudah – mudahan menjadi motivasi dan semangat tentunya bagi siswa – siswa madrasah lainnya di Provinsi Riau,” tutur Rahmat Suhadi.

Kepulangan tersebut menjadi momen istimewa bagi Rizqy. Di balik keberhasilannya menjalankan tugas di Istana Negara, terdapat perjuangan panjang, latihan intensif, kedisiplinan, serta pembinaan yang harus dijalani selama menjadi bagian dari Paskibraka Nasional.

“Setelah pengibaran saya merasa sangat bangga karena proses perjuangan yang kami hadapi sebagai Paskibraka Nasional melalui pelatihan yang intensif. Karena itu, saya meluapkan rasa bangga saya sehingga saya menangis,” ungkap Rizqy.

Bagi Rizqy, tangis yang pecah setelah pengibaran bukan sekadar luapan emosi, melainkan bentuk rasa syukur dan bangga setelah melewati proses panjang hingga akhirnya dapat mengemban amanah mengibarkan Sang Merah Putih di hadapan bangsa Indonesia.

Rizqy juga membagikan pengalaman bagaimana dirinya menjaga konsentrasi selama mengikuti latihan yang sangat padat. Menurutnya, fokus pada tujuan menjadi salah satu kunci untuk dapat menjalani setiap tahapan dengan baik.

“Tips agar fokus latihan dari saya adalah tidak mengingat hal-hal di luar tujuan yang mengganggu konsentrasi. Dengan begitu saya menjalani latihan dengan senang dan tenang,” tuturnya.

Ia memilih menikmati setiap proses yang dijalani, mengikuti arahan pembina, serta menjaga pikiran tetap tertuju pada tanggung jawab yang diemban sebagai Paskibraka Nasional.

Lebih dari sekadar latihan fisik dan baris-berbaris, Rizqy menyebut Paskibraka Nasional memberikan pengalaman pembelajaran yang sangat luas. Para peserta dibina dan dibekali berbagai pengetahuan, mulai dari sejarah, wawasan kebangsaan hingga kepaskibrakaan.

“Kami di sini bukan hanya belajar baris-berbaris. Kami dibina dan dibekali pembelajaran mulai dari sejarah, wawasan kebangsaan dan tentang kepaskibrakaan. Bagi saya, ini pembelajaran yang sangat penting bagi para penerus bangsa seperti kami,” katanya.

Menurutnya, pembinaan tersebut memberikan pemahaman bahwa menjadi Paskibraka bukan hanya tentang kemampuan menjalankan tugas dalam sebuah upacara, tetapi juga tentang membangun karakter, kedisiplinan, nasionalisme, tanggung jawab dan keteladanan.

Pengalaman menjadi Paskibraka Nasional juga membuat Rizqy memiliki tekad untuk membawa nilai-nilai yang diperolehnya ke lingkungan masyarakat.

“Saya ingin bercita-cita untuk menjadi pedoman dalam bermasyarakat, karena apa yang kami dapatkan di Paskibraka Nasional ini harus kami sebarkan ke lingkungan kehidupan,” ujarnya.

Ia berharap pengalaman tersebut tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi, tetapi dapat menjadi bekal untuk memberikan pengaruh positif kepada teman sebaya dan masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.

Kebanggaan juga dirasakan kedua orang tua Rizqy. Mereka berkesempatan menyaksikan langsung putranya menjalankan tugas di Istana Negara. Pertemuan setelah pelaksanaan tugas menjadi salah satu momen yang paling emosional bagi keluarga.

“Orangtua saya sangat bangga saat menyaksikan saya secara langsung di Istana Negara. Saat kami bertemu, beliau sangat terharu dan berterima kasih kepada saya karena menjadi anak yang membanggakan,” tutur Rizqy.

Kepulangan Rizqy ke Riau pun menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar MAN IC Siak dan Kanwil Kemenag Riau. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa madrasah mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kedisiplinan, wawasan kebangsaan dan semangat pengabdian kepada bangsa.

Perjalanan Rizqy sebagai Paskibraka Nasional menjadi bukti bahwa sebuah prestasi lahir dari proses panjang. Di balik langkah tegap di Istana Negara, ada latihan yang disiplin, ketekunan, pembinaan karakter, dukungan keluarga, serta doa dan harapan yang menyertai setiap perjuangan.

Kini, setelah kembali ke Riau, pengalaman tersebut menjadi bekal berharga bagi Rizqy untuk melanjutkan pendidikan dan memberikan manfaat di tengah masyarakat. Bagi keluarga besar Kementerian Agama Provinsi Riau, Rizqy bukan hanya kebanggaan MAN IC Siak, tetapi juga representasi generasi muda madrasah yang siap mengambil peran dalam membangun bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....