Keberagaman Jenis Cabai dan Klasifikasinya di Dunia
- 17 Apr 2026 09:37 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Cabai menjadi salah satu jenis sayur yang wajib ada di dapur masyarakat Indonesia. Sensasi pedas ketika konsumsi cabai menjadi daya tariknya untuk selalu ada di kuliner Indonesia. Namun, tahukah anda, ternyata tanaman cabai juga memiliki banyak jenis dan klasifikasinya di dunia.
Berdasarkan penelitian dari Bastian yang dikutip dari laman digilib.unila.ac.id cabai merupakan salah satu tanaman hortikultura yang memiliki keanekaragaman spesies cukup tinggi di dunia. Untuk mempermudah pengenalan dan penamaan, para ahli mengelompokkan cabai ke dalam lima spesies utama, yaitu Capsicum annuum, Capsicum frutescens, Capsicum baccatum, Capsicum pubescens, dan Capsicum chinense. Pengelompokan ini didasarkan pada berbagai ciri, seperti bentuk dan warna buah, rasa, ukuran daun, hingga bentuk tanaman secara keseluruhan.
Baca juga : https://rri.co.id/pekanbaru/iptek/2313687/tanaman-cabai-si-pedas-bahan-dasar-sambal?nocache=true
Spesies yang paling banyak dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomi tinggi adalah Capsicum annuum atau cabai besar. Jenis ini memiliki variasi bentuk dan ukuran buah, mulai dari yang manis hingga pedas. Ciri umumnya antara lain batang tegak dengan tinggi 50–90 cm, daun berukuran sedang, serta bunga berwarna putih yang menggantung. Contoh cabai dalam kelompok ini meliputi cabai merah, cabai hijau, cabai keriting, hingga paprika.
Sementara itu, Capsicum frutescens dikenal sebagai cabai rawit atau cabai kecil. Tanaman ini dapat tumbuh hingga 150 cm dengan bunga yang tegak dan berwarna kuning kehijauan. Buahnya kecil memanjang dan terkenal dengan rasa pedas yang kuat. Salah satu varietas yang cukup dikenal adalah Pequin Pepper.
Jenis lainnya adalah Capsicum baccatum, yang berasal dari Amerika Selatan dan masih tergolong cabai liar. Cabai ini dapat tumbuh di berbagai ketinggian dan memiliki bentuk buah menyerupai telur atau berry. Ciri khasnya terletak pada batang yang pendek serta bunga berwarna krem dengan nuansa hijau keemasan.
Berikutnya, Capsicum pubescens merupakan jenis cabai yang mampu tumbuh hingga 1,8 meter. Buahnya berbentuk bulat telur dengan warna merah atau oranye saat matang. Cabai ini banyak ditemukan di wilayah Amerika Selatan seperti Peru, Chile, dan Ecuador, dengan salah satu varietas populernya adalah Rocoto.
Terakhir, Capsicum chinense dikenal luas dengan nama Habanero. Cabai ini telah dikenal sejak ribuan tahun lalu di wilayah Brazil. Buahnya berukuran kecil dengan warna oranye hingga merah oranye saat matang, serta tumbuh berkelompok dalam satu tangkai. Habanero menjadi salah satu jenis cabai yang banyak dibudidayakan secara komersial.
Keberagaman spesies cabai ini menunjukkan potensi besar tanaman cabai, baik dari sisi ekonomi maupun keanekaragaman hayati. Dengan memahami klasifikasinya, masyarakat dapat lebih mudah mengenali jenis-jenis cabai serta pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....