Tanaman Cabai, si Pedas Bahan Dasar Sambal

  • 06 Apr 2026 15:36 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO,ID, Pekanbaru - Sambal merupakan bumbu khas Indonesia yang menjadi favorit hampir semua orang. Hampir semua masakan Indonesia cocok dipadukan dengan sambal. Bahan utama dari sambal adalah cabai.

Dikutip dari laman pertanian.go.id, selain menilik dari segi ekonomi atau rasa pedas yang khas, tanaman cabai juga menarik untuk dipelajari dari sisi morfologinya. Secara umum, morfologi tanaman cabai terdiri dari akar, batang, daun, bunga, buah, hingga biji yang masing-masing memiliki fungsi penting dalam pertumbuhan.

Bagian akar tanaman cabai berupa akar tunggang yang kuat, terdiri atas akar utama dan akar lateral. Dari akar lateral ini tumbuh akar serabut atau akar tersier yang membantu penyerapan air dan unsur hara. Panjang akar utama dapat mencapai 35cm hingga 50cm, sementara akar lateral berkisar antara 35cm hingga 45cm.

Sedangkan pada bagian batang, tanaman cabai memiliki batang berwarna hijau tua dan cenderung berkayu. Ukuran batang utama dapat mencapai panjang sekitar 30cm hingga 37,5cm dengan diameter 1,5cm hingga 3cm.

Cabang dari tanaman cabai relatif pendek, yakni sekitar 5cm hingga 7cm. Di area percabangan, tumbuh tangkai daun yang berfungsi menopang daun dengan ukuran sekitar 2cm hingga 5cm.

Daun cabai termasuk daun tunggal yang tumbuh secara berurutan pada tunas samping di batang utama. Susunannya spiral dengan warna hijau hingga hijau tua. Daun ini berperan penting dalam proses fotosintesis untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Sementara itu, bunga cabai tergolong bunga tunggal yang muncul di ujung ruas tunas. Warna bunga cukup beragam, mulai dari putih, kuning, hingga ungu, tergantung varietasnya. Bunga cabai juga termasuk bunga sempurna karena memiliki alat kelamin jantan dan betina dalam satu bunga, sehingga dapat melakukan penyerbukan sendiri.

Buah cabai memiliki bentuk berongga dengan variasi ukuran dan bentuk yang berbeda, seperti panjang, bulat, hingga segitiga. Di dalam buah terdapat plasenta yang menjadi tempat melekatnya biji. Tekstur daging buah umumnya renyah, meskipun pada beberapa jenis bisa lebih lunak.

Adapun biji cabai menempel pada bagian plasenta di dalam buah. Warnanya bervariasi dari putih hingga kuning jerami, dengan lapisan luar yang cukup keras. Biji inilah yang kemudian dimanfaatkan sebagai sumber perbanyakan untuk menghasilkan tanaman cabai baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....