BKKBN Riau Adakan Rakorda Program Bangga Kencana 2026
- 11 Mar 2026 11:37 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - BKKBN Perwakilan Provinsi Riau mengadakan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) tingkat Provinsi Riau 2026, Rabu 11 Maret 2026 dengan tema "Transformasi Kemendukbangga mendukung Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045 dan Riau BEDELAU 2025 - 2029” di Pekanbaru. Rakorda dibuka oleh Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Zulkifli Syukur juga dihadiri Serketaris Utama BKKBN, Prof. Budi Setiyono.
Saat membuka, Zulkifli Syukur mewakili Gubernur Riau menyampaikan bahwa pelaksanaan Rakorda Program Bangga Kencana merupakan langkah strategis dan wahana untuk menyatukan visi, misi dan strategis antara pusat dan daerah.
"Dengan mempertemukan seluruh pemangku kepentingan dari berbagai tingkatkan, Rakorda memungkinkan terjadinya dialog terbuka dan konstruktif mengenai upaya pencapaian program, analisa kendala serta menggali potensi penguatan kolaborasi dalam implementasi program dan kegiatan prioritas terutama pelaksanaan program prioritas di daerah," katanya.
Dikatakan, dengan memperhatikan arah kebijakan dalam RPJMN 2025–2029, terutama yang fokus pada SDM, ketahanan keluarga, dan penurunan stunting, Kemendukbangga/BKKBN memiliki amanah besar dalam hal ini, diantaranya harus memberikan perhatian khusus pada berbagai tantangan di bidang kependudukan, seperti upaya pemanfaatan jendela peluang agar menjadi bonus demografi, percepatan penurunan stunting, dan pengentasan kemiskinan ekstrim," lanjutnya.
Menurutnya, bahwa kualitas keluarga, kualitas SDM itu menjadi kunci bagi negara kita untuk berkompetisi, bersaing dengan negara-negara lain. Karena peluang bonus demografi sudah didepan mata, dan berdasarkan proyeksi penduduk Provinsi Riau dan kabupaten/kota pada tahun 2020-2035 struktur penduduk di Provinsi Riau sudah berubah mulai sejak tahun 2020 yang lalu, dimana angka penduduk produktif jumlahnya diperkirakan sudah diatas 60%, artinya rasio ketergantungan kita akan dibawah 50% sebagai syarat untuk mendapatkan bonus demografi.
"Untuk memanfaaatkan peluang ini saya berharap sinergitas antara lintas sektor dan pihak terkait penting sekali. Kami menghimbau agar seluruh pemangku kepentingan dan perangkat daerah yang hadir pada pertemuan ini dapat berperan aktif dan bersungguh-sungguh, sehingga progres pembangunan bangsa khususnya di provinsi riau dapat berjalan baik dalam rangka pencapaian visi Provinsi Riau, yaitu Riau maju dan berkelanjutan dalam lingkungan budaya melayu yang agamis," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BKKBN Riau, Mhd Irzal melaporkan bahwa Rapat Koordinasi ini bukanlah kegiatan biasa. Ini adalah momentum strategis untuk meneguhkan komitmen, menyelaraskan arah kebijakan, dan memastikan integrasi program lintas sektor dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045. Dalam forum ini, kita akan bersama mengevaluasi capaian, menyusun langkah konkret, dan menguatkan sinergi antar pemangku kepentingan dalam menjalankan mandat besar kita: membangun keluarga Indonesia yang tangguh, sehat, dan berkualitas.
"Tujuan dari Rakor adalah mengevaluasi kinerja Program Bangga Kencana Tahun 2025, menyelaraskan arah kebijakan prioritas nasional dengan kebijakan strategi dan transformasi pembangunan keluarga melalui implementasi program prioritas Kemendukbangga/BKKBN, memperkuat sinergi dan komitmen antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan dalam pemenuhan gizi Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita, merumuskan rencana tindak lanjut percepatan penurunan stunting berbasis keluarga melalui MBG 3B, dan mengidentifikasi serta memetakan praktik baik dan inovasi daerah untuk direplikasi secara nasional," rincinya.
Rakorda diharapkan menghasilkan rumusa rekomendasi strategis transformasi pembangunan keluarga melalui implementasi MBG 3B, tersusunnya rencana tindak lanjut (RTL) program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) yang terintegrasi antara pusat, daerah, dan pemangku kepentingan/mitra kerja terkait, dan terbangunnya komitmen bersama para pemangku kepentingan dalam pelaksanaan percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas keluarga, kesehatan ibu, dan anak serta terpetakannya inovasi dan praktik baik pelaksanaan MBG 3B di daerah.
Pada kesempatan itu, Sekretaris Menteri Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Republik Indonesia, Prof. Budi Setiyono, bertindak sebagai keynote speech.