Mengenal Morfologi Tanaman Sagu
- 11 Mar 2026 08:48 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pohon sagu merupakan salah satu tanaman penting di wilayah tropis, terutama di Indonesia bagian timur. Selain dimanfaatkan sebagai sumber pangan, pohon sagu memiliki morfologi yang unik dan khas, membedakannya dari tanaman lain.
Dikutip dari laman lindungihutan.com, salah satu bagian penting pohon sagu adalah akar. Pohon rumbia memiliki akar serabut yang kuat. Akar ini mampu menjalar dan menebal seiring pertumbuhan pohon, sehingga mendukung kestabilan tanaman sekaligus menyerap nutrisi dari tanah secara optimal.
Bagian batang pohon sagu juga memiliki karakteristik tersendiri. Pohon ini dapat tumbuh setinggi 10 hingga 15 meter, bahkan beberapa jenis bisa mencapai 30 meter. Diameter batang rata-rata berkisar 35-50 cm, dengan diameter terbesar mencapai 80-90 cm. Bagian bawah batang umumnya lebih tebal dan kaya pati, yang tersimpan sebagai cadangan makanan.
Setiap batang pohon sagu dapat menyimpan antara 150 hingga 300 kilogram pati basah. Batang berbentuk silinder ini menjadi pusat penyimpanan sagu yang vital bagi masyarakat yang mengolahnya.
Daun pohon sagu berbentuk memanjang atau lanceolatus, agak melebar, dan memiliki tulang daun utama di tengah. Penampilan daun mirip dengan daun kelapa, meski keduanya berasal dari famili berbeda.
Saat muda, daun tersusun berlapis, namun seiring dewasa, daun akan mulai lepas dan menempel secara mandiri pada ruas batang. Umumnya, pohon sagu memiliki sekitar 18 tangkai daun, dengan panjang daun mencapai 6–7 meter.
Tangkai daun bervariasi mulai dari 60 hingga 180 cm, dengan lebar sekitar 5 cm. Warna daun muda hijau muda, kemudian berubah menjadi hijau tua, dan menuju coklat kemerahan saat matang. Daun sagu memiliki sekitar 1.000 stomata per mm², yang memudahkan proses fotosintesis sepanjang tahun, sehingga pohon dapat menyerap karbon dioksida untuk dikonversi menjadi karbohidrat.
Bagian reproduktif pohon sagu terdiri atas bunga dan buah. Bunga termasuk bunga majemuk yang muncul di ujung batang. Berwarna merah kecoklatan, bunga tersusun rapat dalam manggar dari cabang primer, sekunder, dan tersier.
Setiap cabang memiliki sepasang bunga jantan dan betina yang siap mekar. Fase berbunga ditandai dengan munculnya daun pendek atau daun bendera, biasanya ketika pohon berusia 10–15 tahun.
Setelah berbunga, pohon cenderung kering dan mulai mati. Pohon sagu bersifat menyerbuk silang, sehingga pertumbuhan tanaman cenderung soliter dan jarang membentuk buah.
Fase pembentukan buah berlangsung sekitar dua tahun, sejalan dengan waktu pohon menghasilkan buah pertama setelah berbunga. Buah pohon sagu berbentuk bulat, bersisik, dan berwarna coklat kekuningan. Buah ini menjadi sumber sagu yang diolah masyarakat sebagai bahan pangan pokok maupun olahan kuliner khas daerah.