Armada Udara Karhutla Riau Bertambah, BNPB Kirim Helikopter Water Bombing Mi-8
- 21 Jun 2026 00:03 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kesiapsiagaan Provinsi Riau dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali mengirimkan satu unit helikopter water bombing untuk mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah Bumi Lancang Kuning.
Helikopter bertipe Mi-8 tersebut telah tiba dan mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Sabtu 20 Juni 2026. Kedatangan armada tambahan ini menambah kekuatan sarana udara yang dimiliki Riau dalam menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD dan Pemadam Kebakaran Riau Khoiril Fahmi mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah pusat melalui BNPB dalam memperkuat kesiapan daerah menghadapi bencana Karhutla.
“Provinsi Riau kembali mendapatkan bantuan satu unit helikopter water bombing dari BNPB. Saat ini helikopter tersebut sudah berada di Pekanbaru dan siap mendukung operasi penanganan Karhutla,” ujar Khoiril Fahmi.
Dengan tambahan armada tersebut, saat ini Riau memiliki enam unit helikopter yang disiagakan untuk operasi Karhutla. Rinciannya terdiri dari lima unit helikopter water bombing dan satu unit helikopter patroli yang digunakan untuk pemantauan wilayah rawan kebakaran.
Menurut Khoiril, keberadaan armada udara sangat penting karena mampu menjangkau lokasi-lokasi kebakaran yang sulit diakses oleh tim darat. Selain mempercepat proses pemadaman, penggunaan helikopter juga diharapkan mampu menekan risiko meluasnya kebakaran yang berpotensi menimbulkan kabut asap.
“Helikopter water bombing akan difokuskan untuk pemadaman di area yang sulit dijangkau personel darat. Dengan penanganan yang cepat, titik api dapat segera dikendalikan sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” ungkapnya.
BPBD Riau menilai penambahan armada ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan efektivitas penanganan Karhutla. Apalagi sejumlah wilayah di Riau mulai memasuki periode kemarau yang identik dengan meningkatnya potensi munculnya titik panas dan kebakaran lahan.
Pemerintah Provinsi Riau bersama BNPB, TNI, Polri, Manggala Agni, serta berbagai pihak terkait terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan di lapangan. Dengan dukungan armada yang semakin lengkap, respons terhadap laporan titik api diharapkan dapat dilakukan lebih cepat sehingga dampak kebakaran terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, dan aktivitas ekonomi dapat diminimalkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....